| Minggu, 08 Januari 2006 | NASIONAL |
Hari Ini Jamaah ke Arafah
MAKKAH - Siang ini (Waktu Arab Saudi/WAS) atau Minggu malam (WIB), jamaah haji akan berangkat ke Arafah secara bergelombang. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan wukuf di sana. Semalam wartawan Suara Merdeka Muhammad Ali melaporkan dari Makkah, menjelang pelaksanaan prosesi haji, Kementerian Haji Arab Saudi melakukan sosialisasi pada jamaah. Caranya dengan menempelkan kertas panduan di maktab-maktab dan lokasi lain. Agar mudah dipahami jamaah, sosialisasi ditulis dalam berbagai bahasa, antara lain bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Isi sosialisasi itu antara lain anjuran untuk mematuhi jadwal melontar jumrah, menghindari desak-desakan, tidak membawa kopor dengan beban berat. Bagi yang lemah, sakit, dan tua boleh diwakili. Lempar jumrah menjadi hal yang sangat ditekankan untuk diperhatikan jamaah. Lokasi jamarat sangat riskan karena di tempat jamaah terkonsentrasi. Karena itu, jadwal lempar jumrah sangat perlu untuk dipatuhi. Diperhatikan Sementara itu tak kurang 60 biro perjalanan haji plus, menurut Hj Lili Widojani, pemilik Kaisa Rossie Lil Hajj Semarang, akhirnya merasa lega. Pasalnya, maktab mereka tak jadi diletakkan jauh dari dari tempat pelemparan jumrah. "Akhirnya setelah melakukan protes, letak lokasi kami hanya 2,5 Km dari tempat pelemparan jumrah. Ini melegakan hati sebab sebelumnya jika tak protes kami harus menempati lokasi berjarak 6 Km dari lokasi pelemparan jumrah." Para pemilik biro pelayanan haji plus (antara lain Patuna, Megacitra, Zulindo, dan Diyosiba) juga mendapatkan "berkah" lain. "Penyelenggara juga memberikan fasilitas toilet untuk mandi dan lain-lain secara memadai. Paling tidak ada 15 toilet untuk pria dan 15 toilet bagi perempuan yang bisa digunakan. Ini menjadikan ibadah lebih khusyuk," kata Lily. Pendek kata, ungkap Hj Syarifah dari Biro Perjalanan Haji Diyosiba, ucapan terima kasih perlu diucapkan kepada pemerintah Arab dan Indonesia yang cepat tanggap mengatasi protes dan keresahan jemaah. 76 Orang Tewas Akibat gedung/hotel runtuh di Jl Gazzah, Makkah, 76 orang tewas dan 62 lainnya luka-luka. Juru bicara Departemen Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi Jenderal Ir Mansyur At Turki mengatakan, ke-76 korban tewas itu terdiri atas 48 laki-laki dan 28 perempuan. Dari 62 korban luka-luka, 38 di antaranya telah diobati dan sudah keluar dari rumah sakit. Sisanya atau 24 orang -terdiri atas 14 laki-laki dan 10 perempuan- hingga kini masih dirawat di rumah-rumah sakit setempat. Sebanyak 41 korban luka-luka berhasil diselamatkan dari bawah puing-puing reruntuhan bangunan, termasuk pemuda asal Turkistan bernama Usamah (20) yang bekerja di gedung tersebut. Sebelumnya, dia terus-menerus meminta pertolongan melalui telepon selularnya hingga Jumat (6/1) pukul 10.00 WAS. Mansyur At Turki mengatakan, pencarian korban dan pengangkatan puing-puing telah dihentikan pada Jumat (6/1) pukul 18.00 WAS, setelah memakan waktu 26-27 jam. Semua puing-puing reruntuhan bangunan dilaporkan telah diangkat dengan hati-hati untuk memastikan apakah ada korban yang masih hidup. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga telah membentuk Tim Investigasi Khusus yang mulai melaksanakan tugas sejak peristiwa terjadi, Kamis (5/1). "Saat ini, kami masih menunggu laporan awal dari insiden itu. Hasil laporan masih memerlukan waktu. Karena itu, sebaiknya kita tunggu," pintanya. Berdasarkan pengamatan di sekitar lokasi kejadian pada Sabtu Subuh (7/1), jalan di depan bekas gedung yang runtuh itu telah dibuka kembali. Terlihat orang-orang mulai berlalu-lalang di lokasi yang berada tidak jauh dari Pasar Seng tersebut. Lokasi bekas gedung yang runtuh itu terlihat dipagari dengan seng setinggi 2 meter. Sementara itu, dua jamaah haji Indonesia yang sebelumnya dikabarkan belum kembali sejak bangunan Ar Rayahin di Jl Ghazaz, Makkah, runtuh, dipastikan menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi Kamis (5/1), usai shalat zuhur. "Kami menemukan jenazah suami-istri itu di Rumah Sakit Mu`aisim hari ini (kemarin-Red) pukul 18.15 WAS," kata Kepala Pengamanan Daerah Kerja (Daker) Makkah Fatwa Suratnoko di kantor Daker Makkah, Jumat malam. Pasangan suami istri tersebut adalah Jumaati binti Lukman, lahir tahun 1981 dengan nomor paspor 1322849 dan suaminya, Gufron bin Munadji, lahir 1975 dengan nomor paspor 13122957. Mereka tergabung dalam Kloter 6 SUB dan tinggal di kawasan Ja'fariyah, Maktab 8, Makkah al Mukarramah.(a19,mch-41m) | ||||