logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 08 Januari 2006 SEMARANG
Line

Kendaraan Kecil Sebaiknya Hindari Kaligawe

  • Kerusakan Masih Sebabkan Kemacetan

SEMARANG- Kerusakan di beberapa bagian Jl Kaligawe, Sabtu (7/1) kemarin, masih menjadi penyebab kemacetan. Dinas Perhubungan Kota Semarang menyarankan agar kendaraan-kendaraan kecil menghindari ruas jalan itu.

Berdasarkan pengamatan, genangan air setinggi betis masih terlihat di depan RS Islam Sultan Agung, tepatnya menjelang pertigaan ke arah Terminal Terboyo. Tumpukan batu juga masih terlihat di samping jalan itu. Setiap kendaraan besar seperti trailer, truk, dan bus yang akan melalui tempat itu selalu berhenti sejenak. Satu per satu kemudian berjalan perlahan dan terlihat bergoyang-goyang. Sementara di belakangnya, berbagai jenis kendaraan antre mulai dari bawah jembatan tol Jl Kaligawe.

Beberapa pengemudi mobil dan motor juga terlihat tidak sabar berada dalam antrean dan memilih menerabas lajur kanan. Melihat kejadian itu, beberapa polisi di pos satuan lalu lintas di Jl Kaligawe memberikan peringatan dengan meniup peluit keras-keras.

Sementara itu, belokan dari jalan arteri ke arah Jl Raya Kaligawe juga masih tergenang dan rusak. Banyak kendaraan besar memilih menghindari lubang dengan cara agak menepi ke arah kanan. Namun, karena terjadi antrean akhirnya kendaraan-kendaraan itu pun harus berhenti.

Menurut pantauan, lajur selatan Jl Raya Kaligawe sebenarnya tidak terlalu padat. Namun, kendaraan-kendaraan dari arah timur yang akan memasuki Jl Arteri Yos Sudarso banyak yang harus berhenti sejenak di bawah jembatan tol. Penyebabnya tak lain, di mulut jalan akses tersebut terdapat beberapa lubang yang cukup dalam.

Bahkan, beberapa pengendara motor akhirnya mengurungkan niat untuk masuk ke jalan arteri. Mereka memilih menerabas banjir ke arah barat, walaupun dengan risiko kendaraan mogok.

Sulit Diatasi

YMT Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Arief Moelia Edhie melalui SMS menjelaskan, kemacetan lalu lintas semacam itu sulit diatasi. Arus lalu lintas di Jl Raya Kaligawe, sudah cukup jenuh. Hasil survei lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada jam sibuk yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Semarang menunjukkan angka 5.512,71 kendaraan/jam. Sementara, kapasitas jalan hanya 5.750,16 kendaraan/jam atau sudah mencapai rasio 0,96. Jika rasionya sudah mencapai 1,0, maka lalu lintas di jalur itu mengalami titik jenuh dan kemacetan pun terjadi.

Angka-angka itu menunjukkan jika tidak ada gangguan, arus lalu lintas di Jl Raya Kaligawe masih bisa mengalir walaupun sangat lambat. Maka, ketika gangguan seperti banjir dan kerusakan jalan terjadi, kemacetan pun tak bisa dielakkan.

Dia menyarankan agar mobil kecil dan sepeda motor menghindari Jl Kaligawe. Untuk mobil dan motor dari arah timur, disarankan berbelok ke arah Jl Woltermonginsidi. Sementara dari arah barat, sebaiknya memanfaatkan jalan tol dan turun di Jl Majapahit. Dari tempat itu kemudian masuk ke Jl Arteri Soekarno-Hatta dan Jl Woltermonginsidi. (G6-37)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA