logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 08 Januari 2006 SEMARANG
Line

Mencari Rezeki menjelang Lebaran Haji

PEDAGANG kambing kurban tiban selalu muncul di berbagai penjuru kota menjelang Hari Raya Idul Adha. Para pedagang umumnya menggunakan lahan kosong di tepi jalan raya atau bahkan di atas trotoar jalan untuk menjajakan hewan kurban.

Aroma kambing yang khas pun menebar di berbagai sudut kota, memberikan ciri tersendiri menyambut datangnya hari suci. Seperti yang terlihat di perempatan dekat Masjid Pangeran Diponegoro Tembalang. Rondion (38), bersama tiga rekannya sudah sejak Rabu (4/1) lalu, menjual kambing untuk kurban. Meski baru tahun pertama dia berjualan hewan itu, dirinya mengaku senang karena sembilan dari 12 kambing yang dia tawarkan telah laku.

Warga Jl Baskoro Tembalang itu mengaku mengambil kambing dari daerah Leyangan Ungaran dengan sistem "borek".

Tidak Khawatir

"Modal awal yang kami keluarkan Rp 5 juta untuk mengambil 12 kambing. Setelah laku lalu disetorkan kepada juragan untuk kemudian ditambah lagi stoknya agar calon pembeli mempunyai banyak pilihan," paparnya sembari menyapu kotoran kambing dengan sapu lidi.

Dengan sistem tersebut, dia mengaku tidak terlalu khawatir akan merugi, karena apabila kambingnya tidak laku bisa dikembalikan pada empunya. Para pembeli umumnya membeli kambing lantas dititipkan di tempatnya, karena tidak mau memelihara.

"Pada hari H nanti, kami akan mengantar kambing sesuai pilihan pembeli ke masjid maupun mushala yang telah ditentukan. Pembayarannya pun bisa dengan uang muka lebih dulu dan dilunasi saat pengiriman," tuturnya.

Triyani (42), warga asrama Polres Semarang Selatan yang selalu berjualan hewan kurban setiap tahun mengakui tahun ini terjadi penurunan penjualan. Dari 34 ekor kambing yang dia tawarkan di tepi Jl Sultan Agung semenjak Senin (2/1) lalu, hingga saat ini baru laku 16 ekor serta dua ekor sapi.

"Tahun lalu sedikitnya 50 ekor kambing laku terjual, namun kini agak menurun. Semoga besok (hari ini-Red) dan Senin (9/1), bisa laku lebih banyak lagi. Biasanya masyarakat suka membeli ketika sudah mepet-mepet Idul Adha," terangnya.

Harga seekor kambing yang dia tawarkan bervariasi, mulai dari Rp 500.000 - Rp 1.500.000. Dengan modal awal sedikitnya Rp 30 juta, Triyani mengaku kulakan kambing dari daerah Ambarawa. Namun, tahun ini harga pembelian dari para pemilik kambing sudah mengalami kenaikan antara Rp 200.000 - Rp 250.000/ekor.

"Kalau tahun lalu satu ekor kambing cukup besar bisa dikulak dengan harga Rp 950.000 dari petani, dengan ukuran yang hampir sama, tahun ini sudah mencapai kurang lebih Rp 1.150.000," terangnya.

Pembeli yang mengambil dari tempatnya umumnya adalah pelanggan yang rata-rata selalu berkurban setiap tahun. Sedangkan para pembeli yang tidak menjadi langganan, kebanyakan membeli kambing kurban pada saat malam Hari Raya Idul Adha. Karena itu, dia berharap malam Lebaran Haji nanti tidak turun hujan, agar penjualan hewannya meningkat. (Saptono JS-37)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA