| Sabtu, 07 Januari 2006 | PANTURA |
Penyelenggara Pertunjukan Sepakat Perbaiki Alun-alunTEGAL - Akibat pertunjukan pada malam tahun baru belum lama ini, alun-alun Kota Tegal mengalami kerusakan parah. Berdasarkan rancangan anggaran belanja Dinas Perkotaan, kerusakan yang dialami sepanjang 90 x 125 m2 pada areal 5.625 m2 atau 50% dari luas alun-alun, 12.050 m2. Kerusakan itu terdiri atas lapangan/rumput seluas 150 m2, urukan tanah ladon/pasir 20 m3. Trotoar juga rusak, antara lain pasangan tegel 2,35 m3, beton tumbuk tangga 2,35 m3, dan pelesteran 43 m2. Menurut perkiraan, biaya perbaikan meliputi pembersihan Rp 151.000, penanaman rumput Rp 3 juta, pengurukan tanah Rp 1,2 juta, pemasangan tegel badak Rp 383 juta lebih, pekerjaan beton tumbuk tangga Rp 923 juta lebih, dan pemasangan pelesteran tegel Rp 843 juta lebih. Menurut keterangan Kepala Dinas Perkotaan Ir Sugeng Prihadi kemarin, pihaknya telah mengadakan musyawarah dengan event organizer, yaitu Gets Production (GP). Dalam musyawarah, Didi Mulyadi penyelenggara pertu njukan itu menawarkan bantuan perbaikan. Jika semula GP menawarkan Rp 2 juta, disepakati organisasi hiburan memberi biaya perbaikan Rp 3.250.000. "Kami akui, anggaran sebesar itu masih belum cukup untuk memperbaiki kerusakan. Namun, akan kami hemat biar cukup. Misalnya penanaman rumput di areal yang rusak dan becek tak akan dilakukan dalam waktu dekat," ungkapnya. Menyerahkan Uang sebesar itu untuk menangani perbaikan yang diajukan oleh DPU dan Dinas Perkotaan. Menurut keterangan Sugeng, sebelumnya pihaknya menyerahkan pekerjaan perbaikan itu ke GP. Namun karena merasa tidak memiliki kemampuan teknis pekerjaan itu, Didi menyatakan akan menyerahkan anggaran yang akan digunakan ke DPU dan Dinas Perkotaan untuk membiayai perbaikan. Didi Mulyadi selaku penyelenggara pentas tahun baru mengemukakan, sebenarnya ada beberapa pihak lain yang sebelumnya memasukkan kendaraan berat ke lapangan. Bahkan, sebuah perusahaan rokok lain telah mengadakan pentas dangdut di alun-alun dengan cara men-setting bak trailer menjadi panggung pergelaran. Pertunjukan itu diadakan di tengah alun-alun. Sementara itu, Sugeng mengungkapkan, setelah selesai perbaikan nanti, paling tidak lapangan alun-alun dikosongkan terlebih dulu dari kegiatan pentas selama dua pekan. Hal itu perlu dilakukan agar urukan tanah bisa padat kembali. (aj-61j) |