logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 07 Januari 2006 OLAHRAGA
Line

Gagal, Hingis Tak Akan Menyerah

GOLD COAST- Martina Hingis tetap ingin kembali menggeluti tenis, meski kecewa tersingkir dan kalah di semifinal 1-6, 7-6 (7/2) 6-2 dari petenis Italia, Flavia Pennetta, dalam turnamen lapangan keras Gold Coast, Australia, yang berhadiah total 175.000 dolar AS, Jumat (6/1) kemarin.

Lima kali pemenang Grand Slam itu melancarkan servis ketika memimpin 7-5 pada set kedua, tapi pukulannya terlalu lemah. Petenis Swiss itu merasa sakit pada otot pinggulnya, yang memaksa dia tidak bisa turun di nomor ganda dalam turnamen itu juga.

Hingis mengatakan, dia akan memeriksakan diri ke dokter, tapi tetap akan turun di turnamen Medibank International, Sydney, yang akan dimulai Minggu besok.

"Anda harus berusaha mengatasi segala sesuatu seperti itu, dan bermain sampai akhir pertandingan," kata Hingis tentang masalahnya. "Pennetta bermain amat bagus. Saya mampu melawan dia. Itu pertandingan tenis yang hebat dan semua orang menikmatinya."

Tiga Tahun

Mantan petenis nomor satu dunia itu kembali bermain tenis setelah istirahat tiga tahun karena cedera kaki parah. Turnamen Gold Coast merupakan debutnya selepas cedera.

"Anda tidak bisa berharap tubuh akan tetap sempurna ketika tidak begitu banyak bermain dalam tiga tahun. Saya senang dengan apa yang saya capai pekan ini, dan itu amat positif. Saya tidak berpikir ada orang yang memperkirakan saya akan tersingkir seperti itu. Ini sangat bagus."

Lawannya, petenis berusia 23 tahun, Flavia Pennetta, yang sudah tampil empat kali di perempatfinal sejak kalah pada putaran pertama AS Terbuka, Agustus tahun lalu, akan berusaha merebut gelar lapangan keras Sabtu ini melawan Lucie Safarova.

Safarova, petenis remaja asal Republik Ceko, peringkat 47 dunia, menundukkan unggulan ketiga asal Rusia, Dinara Safina 6-4, 6-2.

Sebelumnya, Safarova telah menyingkirkan unggulan keenam Ai Sugiyama dari Jepang di babak pertama dan unggulan utama Patty Schnyder di perempat final.

Petenis Ceko berusia 18 tahun itu, yang meraih gelar pertama WTA Tour Estoril tahun lalu sebelum menambah yang kedua di Forest Hills, tampak memiliki permainan yang sangat taktis dan siap menghadapi unggulan keempat, Flavia Penneta, di final. (afp,ant-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA