| Sabtu, 07 Januari 2006 | SEMARANG |
FPK Undip Akan Terima Hibah Kapal Penangkap Ikan ModernSEMARANG - Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Undip, dalam waktu dekat menerima hibah kapal penangkap ikan modern dari Pemerintah Busan, Korea Selatan. Kelima kapal tersebut berbobot antara 100-150 gross ton (GT) dan biaya pengirimannya ditanggung oleh Korea Selatan. Menurut Dekan FPK Undip, Prof Dr Ir Johannes Hutabarat MSc, kapal tersebut dilengkapi peralatan digital canggih serta kelengkapan alat penangkap ikan, di antaranya jaring long line dan echo sounder, yang merupakan alat untuk mengetahui populasi ikan di bawah air. Selain itu, kapal dilengkapi alat fish finder serta peralatan navigasi modern global positioning system (GPS). "Pihak kampus sudah menyetujui akan menerima kapal tersebut. Namun, berapa jumlah yang akan diambil, belum bisa dipastikan. Kami harus mempertimbangkan biaya perawatan kapal, yang tentunya cukup tinggi," ungkap dia. Dengan hibah kapal itu, diharapkan para mahasiswa Undip bisa mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari di bangku kuliah dengan melakukan praktek secara langsung. Sementara itu, pemberian bantuan kapal itu merupakan hasil pertemuan dengan konsulat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Busan, Korea Selatan, Prof Kim Soo Il PhD. Selain itu, konsulat juga akan mengirimkan native speaker untuk pelaksanaan job seeker training di Undip. Dekan bersama Pembantu Dekan II FPK Undip, Ir Agus Indarjo MPhil, hadir di Korea atas undangan International Academic Symposium in Pukyong National University Busan, Korsel, 25-28 November lalu. Dalam simposium itu, Johannes mempresentasikan tentang kebijakan pemerintah Indonesia terhadap pengembangan sektor perikanan dan kelautan. Menurut Johannes, kapal penangkap ikan dengan bobot 100-150 GT itu sudah tidak digunakan lagi di Korea. Karena, kapal tersebut hanya diperuntukkan di laut yang dangkal. Korea sendiri, saat ini, sudah mulai menggunakan kapal dengan bobot di,atas 2.000 GT, karena dipergunakan untuk mencari ikan di laut yang dalam."Bicara masalah teknologi kelautan dan perikanan, Indonesia tertinggal jauh dari Korea. Padahal, negara kita kan, lautnya luas sekali," tuturnya. Disamping itu, empat dosen FPK Undip akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi program S2 dan S3 di Pukyong National University Busan. Beasiswa tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan antara Dekan FPK Undip dan Presiden serta Dekan Fakultas Ilmu Perikanan Pukyong National University Busan. Keempat dosen itu adalah Anindya Wirasatriya ST MSi, Lilik Teguh Pambudi SPi, Taufiq Yulianto SPi, dan Nurul Af-Idati. (sjs-56h) |