| Sabtu, 07 Januari 2006 | INTERNASIONAL |
Badai Salju Hantam Jepang dan China
TOKYO - Badai salju hebat menimpa Jepang Jumat kemarin. Hujan salju lebat ini adalah yang terburuk dan mengakibatkan 57 orang tewas. Lalu lintas lumpuh. Namun, hujan salju diperkirakan masih akan berlanjut lebih buruk lagi. Sementara itu, China - musuh bebuyutan Jepang - juga dilanda badai salju. Akibatnya, sebanyak 100.000 orang harus diungsikan setelah rumah-rumah penduduk tertimbun salju. Di wilayah Nilgata di dekat pantai Jepang, timbunan salju menumpuk setinggi empat meter. Musim dingin paling bersalju belum lagi tiba, karena itu dikhawatirkan masih akan ada badai salju lebih hebat. Tayangan televisi setempat memperlihatkan hamparan salju menimbun rumah-rumah dan nyaris menutupi lampu-lampu jalan. Seorang nenek (93) dan putrinya tewas di Prefektur Ishikawa 300 km baratlaut Tokyo. Rumah mereka runtuh karena tidak kuat menahan beban timbunan salju. Menurut laporan stasiun televisi NHK, sebanyak 57 orang tewas akibat terpaan badai salju sepanjang beberapa pekan ini. Banyak di antara korban tewas itu adalah orang-orang lanjut usia ketika berusaha membersihkan atap-atap rumah dari timbunan salju. Lebih dari 1.300 orang mengalami luka-luka. Bulan lalu, Menteri Transportasi Kazuo Kitagawa menjanjikan lebih banyak dana untuk membantu masyarakat pedesaan membersihkan salju dari jalan-jalan. Di wilayah pedesaan, populasi penduduk didominasi kalangan lanjut usia. Minta Bantuan Prefektur Akita di Pulau Honshu, Jepang utara, dilanda hujan salju hebat selama beberapa pekan terakhir. Banyak penumpang kereta telantar karena sarana transportasi ini tidak bisa memberikan pelayanan. Kereta peluru berkecepatan tinggi rute Akita-Tokyo juga tidak bisa beroperasi gara-gara badai salju. "Jika salju terus turun, kami harus minta bantuan pasukan tentara," kata juru bicara Pusat Penanganan Bencana di Kota Akita kepada harian Asahi Shimbun. Dari Beijing dilaporkan, salju tebal melanda wilayah Xinjiang, di pelosok China barat. Temperatur mencapai minus 43 derajat Celsius. Kondisi cuaca seperti ini memaksa hampir 100.000 orang mengungsi. Tim-tim penolong dikerahkan ke daerah-daerah yang dilanda hujan salju lebat. Timbunan salju mencapai lebih dari satu meter sejak turun hujan salju Desember lalu. Salju juga menyelimuti Provinsi Shandong, China timur yang menyebabkan terputusnya hubungan jalan raya dan terhentinya layanan pesawat terbang. Surat kabar China Daily memberitakan, udara dingin pekan ini adalah musim dingin yang terdingin dalam 20 tahun ini.(rtr-gn-25) |