| Sabtu, 07 Januari 2006 | BUDAYA |
"Harus Terus Berkarya"BAGAIMANA cara menyelamatkan dan tetap melestarikan keberadaan komik Indonesia? ''Mudah!'' ujar sastrawan dan budayawan Seno Gumira Ajidarma (47) ketika menjadi pembicara peluncuran komik Indonesia Gina karya Gerdi WK, di Mal Ambasador, Kuningan, Jakarta, baru-baru ini. Doktor komik dengan disertasi ''Tiga Panji Tengkorak: Kebudayaan dalam Perbincangan'' itu mensyarakatkan satu hal agar komik Indonesia tetap bertahan di tengah gempuran komik mancanegara. ''Yaitu dengan tetap membeli dan membaca komik Indonesia.'' Publik komik, bagi peraih Katulistiwa Literary Award 2004 dan 2005 ini, adalah benteng terakhir pertahanan keberadaan komik Indonesia di luar pencipta atau kreatornya sendiri yang bertindak sebagai para kesatrianya.Bagaimana agar komik Indonesia tetap dibeli, dibaca, dan dikoleksi pencintanya. Menurut dia, para kreator harus terus berkarya, berkarya, dan berkarya. ''Karena dengan produktivitas yang tidak kenal habisnya dari para komikus, penikmat dan pencinta komik tidak akan pernah kehabisan pula daya apresiasinya kepada komik negeri sendiri,'' katanya. Selain tetap terus berkarya, Seno juga menekankan bahwa acara diskusi dengan terus berupaya membuka wawasan antarkomikus dan penggemar, sangat memegang peranan penting. ''Dengan acara semacam ini (sosialisasi-Red), komik Indonesia akan semakin dekat dengan penikmatnya, termasuk generasi muda''. (G20-45) |