logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 07 Januari 2006 BUDAYA
Line

Dicari Komikus Muda

JAKARTA - Pencipta komik Superman dan Batman sudah lama meninggal dunia. Namun, edisi baru dua komik tersebut masih saja terbit. Kisah dua super hero rekaan orang Amerika Serikat itu terus lahir karena petualangan mereka diteruskan oleh para komikus muda.

Lalu, bagaimana dengan tokoh komik Indonesia yang di era 1970-an pernah sangat digemari masyarakat, misalnya Gundala Putra Petir, Godam Manusia Baja dan Gina Wanita Super yang sakti dan cantik? Petualangan mereka seolah tenggelam dalam kenangan penggemarnya.

Bukan karena tak ada penerbit yang mau mencetak kisah petualangan baru super hero Indonesia tersebut. Para jagoan menghilang lebih karena penulis tidak melanjutkan karena meninggal, atau karena sudah kehabisan ide cerita. Persoalannya hingga kini belum ada komikus muda yang mau melanjutkan kisah para jagoan legendaris tersebut.

Karena itu, komikus Gerdi WK (pencipta tokoh Gina) dan Hasmi (pencipta Gundala) mempersilahkan para komikus muda untuk membuat komik baru berdasarkan tokoh-tokoh ciptaan mereka. Hal yang sama disampaikan Fajar Sungging Pramodito, putra Wid NS (1938-2003), pencipta Godam yang mewakili almarhum ayahnya.

"Silahkan saja kalau mereka mau membuat Gundala baru, asalah jangan hilang lucunya," kata Hasmi dalam sebuah diskusi komik, baru-baru ini.

Selera Sekarang

Hasmi yang merasa sudah tidak "njamani" alias tidak dapat menyesuaikan karakter komiknya dengan selera generasi muda sekarang, yakin bahwa Gundala dapat lebih terterima dan mendapat penggemar baru bila digambar oleh para komikus muda yang sezaman.

Dalam kesempatan yang sama, Sungging sebagai anak yang memegang hak cipta komik Godam karya Wid NS, mengatakan sudah ada beberapa komikus yang tertarik menciptakan serial baru tokoh Manusia Baja dengan jimat cincin pemberian dari "Bapak Kebenaran" itu.

Komikus Wid NS yang bernama lengkap Widodo Noor Slamet meninggal pada 26 Desember 2003. Selain menciptakan Godam, ia juga membuat komik Asis yang dimuat di Majalah Ananda pada 1980-an, Nyi Ageng Serang, Bocah Antlantis, dan Ken Arok.

Sungging menambahkan, ada rencana Godam diangkat ke layar kaca sebagai sinetron. "Rencana itu ada, tapi masih dalam tahap perbincangan," katanya.

Pengamat komik Indonesia, Seno Gumira Ajidarma, sebagai karya yang sudah menjadi milik publik, para komikus itu seharusnya memberikan kebebasan bagi para kreator muda untuk menciptakan Gundala, Godam atau Gina baru, sesuai dengan kreasi mereka masing-masing.

Bahkan, Gerdi WK yang masih produktif sebagai komikus dan baru saja mengeluarkan serial terbaru Gina yang lebih modern, juga menyatakan rela bila ada generasi muda yang ingin "menirunya" sesuai dengan kreativitas mereka. "Rela ya rela. Itu bentuk apresiasi juga," kata pria asal Semarang itu. (ant, B7-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA