logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 07 Januari 2006 BANYUMAS
Line

''Kalau Dilarang, Kami Demo''

PURWOKERTO - Rencana pelarangan pedagang asongan berjualan di terminal bus baru itu mendapat reaksi keras dari kelompok pedagang asongan yang kini berjualan di terminal bus lama. ''Kalau kami dilarang jualan, kami akan demo ke kabupaten,'' ujar pedagang yang mengaku bernama Sabar, kemarin.

''Kami mencari nafkah di sini sudah lebih dari 10 tahun. Sandang pangan kami di sini. Kalau tidak boleh berjualan kami akan cari makan di mana?'' kata Slamet rekannya sambil menambahkan. ''Kalau Bupati melarang kami berjualan, harus mencarikan pekerjaan pengganti,'' ujarnya.

Pedagang asongan yang kini berjualan di terminal lebih dari 100 orang. Semula mereka yang terdafatar sebagai pedagang hanya 40 orang. Namun ketika data itu diverifikasi, jumlahnya mencapai 160 orang. Suatu peningkatan yang luar biasa.

Asisten Bupati Banyumas Bidang Ekonomi dan Pembangunan Didi Rudwianto menegaskan, Pemkab tetap akan melarang pedagang asongan berjualan di terminal baru. ''Mereka sudah pasti dilarang berjualan di terminal baru."

Sebagai terminal tipe A, standarnya adalah kenyamaman, pelayanan, dan keamanan. ''Kalau ada pedagang asongan, calon penumpang jelas tidak aman,'' ungkapnya. (Khoerudin Islam-42n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA