SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Jumat, 06 Januari 2006

- Semangat mencintai hutan dengan kesadaran melestarikan, kini jelas harus digaungkan ketika berbagai peristiwa bencana alam seperti menyampaikan pesan tentang masa depan. Banjir bandang berlumpur di Jember, dan tanah longsor di Banjarnegara tidak patut disikapi sebagai sekadar warning peristiwa musiman, tetapi menjadi tengara ancaman bagi kehidupan anak cucu kita di masa depan. Walaupun masih terjadi perdebatan di tingkat wacana apakah tragedi-tragedi tersebut murni disebabkan oleh kerusakan hutan lindung atau karena pemicu alam yang lain, namun data-data tentang penipisan areal wana-antara lain akibat penebangan liar - bagai membunyikan lonceng keterancaman lingkungan yang membutuhkan solusi.

- Tahun 2006 kita masuki dengan optimisme tinggi khususnya dalam bidang ekonomi. Beberapa indikator penting menunjukkan tren positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta mengalami penguatan hingga mencapai rekor tertinggi sejak kurun waktu terakhir. Pada penutupan perdagangan Rabu lalu tercatat di posisi 1.211,699. Sedangkan kurs rupiah sekarang juga makin mantap di posisi Rp 9.670 per dolar AS atau yang terkuat sejak awal Juli 2005. Dua indikator itu masih ditambah dengan gejala penurunan laju inflasi yang makin signifikan. Bahkan, pada bulan Desember lalu ditandai deflasi 0,04 persen. Hal ini kemudian akan mendorong pula penurunan suku bunga bank yang dalam beberapa bulan terakhir melonjak cukup tinggi.

KALAU saja kasus korupsi yang melibatkan mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al-Munawar dan mantan Dirjen Binmas Islam dan Penyelenggaraan Haji (BIPH) Taufiq Kamil itu tidak terungkap, pastilah Dana Abadi Umat (DAU) masih berada di ruang gelap.

HAMPIR enam puluh tahun sudah bangsa kita merdeka, namun mayoritas rakyatnya masih belum bisa keluar dari jeratan kemiskinan. Bahkan sejak diterpa badai krisis, jumlah pengangguran dan angka kemiskinan terus melambung.

Saya bersama teman beberapa waktu lalu olah raga pagi di GOR Tri Lomba Juang Mugas naik motor. Setelah selesai kami bergegas pulang, tapi sampai di rumah saya kaget karena STNK motor tidak ada. Kemungkinan besar jatuh. Saya putuskan kembali ke GOR.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA