SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Jumat, 06 Januari 2006

SEMARANG-Surat Keputusan (SK) Direksi PLN tentang penurunan tarif Daya Max Plus sudah diterima dan tengah dikaji tim PT PLN (Persero) Distribusi Jateng DIY. Pengkajian ini dilakukan, karena masih ada keputusan yang belum dipahami, khususnya yang menyangkut KVA.

JAKARTA-Perusahaan manajer investasi PT Fortis Investments memprediksikan industri reksa dana tahun ini akan mengalami pertumbuhan nilai aktiva bersih (NAB) sebesar 20% dengan dukungan edukasi pasar.

SEMARANG-Kondisi ekonomi yang memburuk tak menyebabkan penurunan angka ekspor Jateng tahun 2005. Beberapa komoditi, bahkan menunjukkan peningkatan cukup signifikan bila dibandingkan tahun sebelumnya. Di antaranya ekspor produk dari batu, semen dan gips yang mencapai hingga 962,79%.

JAKARTA-Kinerja perbankan nasional, terutama bank yang mempunyai fokus pada segmen korporasi dipastikan mengalami perbaikan pasca Bank Indonesia melakukan relaksasi terhadap Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/2005 mengenai penyamaan kualitas aktiva produktif.

SOLO-Omzet kredit konvensional atau Kredit Cepat Aman (KCA) di Perum Pegadaian Kantor Daerah Wilayah Surakarta pada 2005 mencapai Rp 426 miliar. Dengan omzet sebesar itu, berarti melebihi target yang dipatok.

JAKARTA-Overseas Bank (UOB) selaku pemegang saham mayoritas PT Bank Buana Indonesia Tbk (BBIA), membatalkan status komisaris dari pengusaha Sukanta Tanudjaja di Bank Buana. OB tidak menjelaskan alasan pembatalan Sukanta Tanudjaja, yang saat ini sedang terbelit masalah di perusahaannya PT Great River International Tbk.

SEMARANG-Hingga saat ini 34 perusahaan telah mengajukan penangguhan kenaikan upah minimum di seluruh kota/kabupaten ke Dinaskertrans Jateng.

JAKARTA-PT Garuda Indonesia berharap pemerintah bisa memberikan pinjaman sejenis bridging loan (dana talangan) untuk membayar utang jangka pendek yang sudah jatuh tempo sebesar 56 juta dolar AS.

PURWOKERTO - Pemimpin Bank Indonesia Cabang Purwokerto, Mochtari, Rabu (4/1), mengemukakan dalam survei konsumen Desember 2005, wilayah kota Purwokerto memperlihatkan perkembangan yang relatif sama dengan September, Oktober, dan November 2005.

JAKARTA-Harga bahan bakar minyak (BBM) sepanjang 2006 masih sulit diturunkan. Pasalnya, sepanjang tahun ini harga minyak dunia akan tetap tinggi antara 56-57 dolar AS per barel. Sementara harga BBM di Indonesia saat ini, berdasarkan patokan Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan sebesar 48 dolar AS per barel.

JAKARTA-2005 tampaknya menjadi tahun yang sulit bagi produsen otomotif terbesar AS General Motors Corp (GM). Pada tahun 2005, total penjualannya turun sebesar 4 persen. Penurunan terbesar berasal dari penjualan mobil penumpang. Untuk bulan Desember, penjualannya turun hingga 10,3 persen menjadi 392.041 unit. Seperti dikutip dari AFP, Kamis (5/1), total penjualan GM 2005 mencapai 4.517.730 unit.

JAKARTA-Pemerintah tetap akan mengimpor beras sekitar 100 ribu ton pada tahun 2006. Pasalnya, kemampuan pemerintah untuk menambah stok beras dalam negeri sebesar 132 ribu ton mengalami kesulitan. Beras yang bisa diserap dari dalam negeri hanya 31.567 ton.

YOGYAKARTA-Jika dicermati berbagai fakta dan data sampai tahun 2005, menurut Direktur Program Diploma Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta Dr Fahmy Radhi MBA, akan tampak berbagai gejala yang mengarah pada proses deindustrialisasi.

JAKARTA-Indonesia ternyata tak punyak hak sama sekali untuk membeli kembali 41,94 persen saham Indosat yang kini dikuasai Singapore Technology Telemedia (STT). Masalah pembelian kembali saham atau buy back sama sekali tidak tercantum dalam perjanjian jual beli atau sales and purchase agreement (SPA).

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA