logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Januari 2006 SALA
Line

Jembatan Gantung Difungsikan Lagi

JEMBATAN gantung yang membentang di Kali Semadoh kini difungsikan lagi sebagai sarana lalu lintas, menyusul ambrolnya talut jembatan di Dukuh Semadoh, Desa Sumur, Kecamatan Musuk, Boyolali. Jembatan gantung dengan ukuran panjang 75 meter dan lebar satu meter itu merupakan sarana arus lalu lintas darurat. Karena itu, praktis hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Itu pun untuk pengendara sepeda motor harus berjalan satu per satu.

Jembatan gantung dibangun pada 1985 oleh pemerintah, dibantu warga masyarakat setempat dengan bahan baku besi, rantai, dan alasanya berupa papan. Karena membentang di atas jurang dan kali, cukup mengasyikan sekaligus panik saat melintasi jembatan itu. Goyangan jembatan tampak terasa, ketika dilewati sepeda motor atau pejalan kaki.

''Namun, jembatan ini sangat berfungsi untuk sarana lalu lintas antara Desa Sumur dan Lanjaran, Kecamatan Musuk. Bila tidak ada jembatan gantung, untuk pergi ke Desa Sumur atau Lanjaran harus melewati Pasar Tamansari yang terpaut sekitar delapan kilometer,'' ungkap Sumardjo, warga Desa Sumur.

Barikade

Karena jembatan itu bersifat darurat maka Pemkab Boyolali membangun jembatan secara permanen dan mendapat bantuan APBD Jateng senilai Rp 950 juta. Dana pendamping APBD Boyolali sekitar Rp 100 juta. Jembatan itu berukuran panjang 12 meter dan lebar empat meter.

Sumardjo menambahkan, dengan ambrolnya talut maka Jembatan Semadoh praktis belum bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Pada ujung jembatan, oleh warga diberi barikade berupa potongan kayu dan pepohonan agar tidak bisa dilewati. Bila nekat, akan mengundang bahaya.

Satu-satunya sarana jembatan yang bisa dilalui hanya jembatan gantung. Dengan demikian, kini difungsikan lagi sebagaimana mestinya. Padahal bila melewati jembatan itu, agak waswas karena badan jembatan bergoyang. Apalagi musim penghujan ini, alas jembatan yang terbuat dari papan bisa menjadi lapuk atau keropos. ''Saya berharap talut jembatan segera diperbaiki, sehingga warga tak lagi melintasi sarana penghubung darurat itu.''(Suti Harjoyo-55s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA