logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Januari 2006 SALA
Line

Pengawasan UN SMP-SMA

Pelibatan Dosen Sebaiknya Antarinstitusi

KENTINGAN - Pelibatan dosen sebagai pengawas independen pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP-SMA 2006 disambut positif kalangan petinggi UNS Solo. Namun Rektor UNS Prof Dr dokter HM Syamsulhadi SpKJ dan Pembantu Rektor (PR) I Prof Dr Ravik Karsidi MS menyarankan teknis perekrutannya dilakukan antarinstitusi. Jadi, bukan orang per orang.

"Kalau penunjukan dosennya dilakukan orang per orang, kelak kredibilitas dan pertanggungjawabannya bagaimana? Kalau antarinstitusi kan perguruan tinggi bisa menyediakan tenaganya yang kredibel," kata Rektor, kemarin.

Prosedur Operasional Standar (POS) yang diterbitkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menyebutkan, dosen-dosen perguruan tinggi negeri ataupun swasta akan dilibatkan dalam pengawasan independen pelaksanaan UN SMP-SMA, Mei mendatang.

Ambil Pengawas

Jika sekolah berjauhan dengan perguruan tinggi, bisa mengambil pengawas dari pegawai kantor kecamatan setempat. Tujuannya, tidak terjadi kecurangan-kecurangan pelaksanaan UN.

Prof Ravik mengemukakan, UNS mempunyai sekitar 1.400 dosen tetap. Dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak itu, lanjut dia, pihaknya bisa siap membantu dalam pengawasan independen UN, tak hanya di sekolah-sekolah se-Kota Solo, tetapi juga kota/kabupaten lain di wilayah Jateng.

"Namun sebaiknya memang permintaannya dilakukan secara kelembagaan. Artinya, pihak sekolah terkait atau Dinas Pendidikan setempat mengajukan permintaan ke UNS. Lalu kami akan menunjuk dan mengirim dosen-dosen yang dimaksud," paparnya. (D11-n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA