| Jumat, 06 Januari 2006 | SALA |
Wali Kota Kantongi 4 Investor
KARANGASEM - Sebanyak empat investor sudah mengajukan diri ke Pemkot Surakarta guna membangun terminal terpadu tipe A. Wali Kota, Joko Widodo, mengatakan hal itu ketika dicegat wartawan seusai mengikuti rapat paripurna DPRD, kemarin. Dikatakan, terminal baru model terpadu tipe A mendesak untuk dibangun guna mengatasi sistem transpotasi secara keseluruhan di Kota Solo. Pasalnya, terminal yang ada sekarang ini sudah ketinggalan zaman, sudah tidak lagi representatif, dan tidak cukup menampung kendaraan yang ada. Jokowi, sapaan akrab wali kota, mengaku, pihaknya telah melakukan berbagai kajian dalam perencanaan pembangunan terminal baru tersebut. Menurutnya, pembangunan terminal terpadu itu diharapkan bisa digunakan dalam jangka panjang hingga 25 tahun. "Kami tidak akan membangun terminal yang hanya bisa digunakan selama lima tahun," kata Jokowi. Seperti diberitakan sebelumnya, Terminal Tirtonadi Surakarta dengan luas sekitar 3,25 hektare dirasa sudah tidak mampu lagi menampung kendaraan besar maupun kecil yang masuk dalam kompleks terminal. Keterbatasan daya tampung itu, mengakibatkan banyak kendaraan berhenti atau parkir di luar terminal, yang akhirnya mengganggu kelancaran lalu lintas. Untuk mengantisipasinya, Pemkot mempersiapkan pembangunan terminal terpadu tipe A yang luasnya sekitar lima hektare. Pemkot sudah mempersiapkan tiga alternatif tempat dalam rencana pembangunan terminal tersebut, yaitu di lahan Kelurahan Mojosongo, Terminal Peti Kemas (TPK) Pedaringan, dan perluasan Terminal Tirtonadi ke sebelah barat. Tolak Relokasi Jokowi mengatakan, terminal tipe A yang akan dibangun Pemkot nantinya benar-benar terpadu dan mengacu kepada pembangunan terminal modern. Dalam terminal baru nanti, juga akan dibangun pusat pergudangan dan plasa. Bila perlu, kata dia, kantor Dinas LLAJ juga pindah ke tempat itu agar masyarakat mudah dan dekat dalam mengurus berbagai perizinan. Dalam sistem transportasi modern, kata dia, letak terminal terpadu harus dekat dengan pelabuhan udara (bandara) dan stasiun kereta api (KA). Kalau pun letaknya jauh, mestinya ada sarana transportasi yang bisa menghubungkan ketiganya. Apakah akan memilih TPK Pedaringan yang sudah ada gudangnya untuk membangun terminal baru? "Belum, belum. Pemkot baru melakukan pengkajian agar lebih matang," jawabnya sambil menuju mobil meninggalkan para wartawan. Sementara itu, Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB) Surakarta menolak rencana relokasi Terminal Tirtonadi. Ketua FKKB, Sardi Ahmad, mengatakan, relokasi tersebut akan menimbulkan dampak cukup serius bagi hajat hidup orang banyak. Terutama warga yang selama ini menggantungkan hidupnya kepada keberadaan terminal yang ada di kawasan Banjarsari itu.(G8,G13-42a) |