logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Januari 2006 NASIONAL
Line

Aneka Warta

Dialog Kritisi Konflik PKB

SURABAYA-Sejumlah tokoh NU dan pengamat politik akan tampil sebagai pembicara dalam dialog mengkritisi konflik di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dialog ini bertema "Jatim Rembuk: PKB, Apa Kata Mereka".

Kegiatan ini digelar PKB Jatim pro Muhaimin Iskandar. Sekretaris panitia Adi Mawardi kepada Suara Merdeka Kamis (5/1) malam menyatakan, ada sejumlah nara sumber sebagai pembicara dalam acara ini. Di antaranya Ketua NU Jatim Ali Maschan Moesa, Dekan Fisip Unair Prof Dr Hotman Siahaan, pengamat politik Unair Haryadi MS, Pengasuh Pondok Arroudloh Pasuruan KH G Suadi Abu Amar, dan lainnya.

Kegiatan dilangsungkan di Hotel Simpang Surabaya pada Jum'at (6/1) siang. "PKB ingin mengawali tahun 2006 ini dengan niat mulia. PKB ingin memulai dengan pikiran dan perenungan positif. Apa yang bisa dan harus PKB lakukan pada tahun 2006. Kita siap dikritisi. Makanya kita undang pakar, ulama, akademisi, jurnalis, OKP, dan lainnya," tegas Adi.(G14-60)

Pesawat Misionaris Jatuh di Papua

JAYAPURA - Sebuah pesawat misionaris dari Associated Mission Aviation (AMA) yang sedang melakukan tugasnya dikabarkan jatuh di daerah Omba, Kecamatan Burmey, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Kamis (5/1). Pilot Welly Kocu dan seorang penumpang bernama Alex Soni Rumbew tewas.

Dua pesawat dari Mission Aviation Fellowship (MAF) dan AMA telah dikirim untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Menurut informasi, pesawat Cessna dengan registrasi PK-CF itu sedang dalam penerbangan dari Bandara Sentani, Jayapura menuju Pegunungan Bintang.

Pesawat lepas landas sekitar jam 10.00 WIT dan mengangkut barang seberat 400 kg. Sementara itu, Dan Lanud Sentani Kolonel Anang membenarkan adanya musibah jatuhnya pesawat misionaris itu.

Dua jenazah korban dievakuasi ke RSUD Dok II Jayapura. Mereka dimasukkan dalam dua kantong jenazah, kemudian langsung dibawa ke kamar jenazah rumah sakit milik Pemda Papua untuk dibersihkan, sebelum diambil pihak keluarga.

Isak tangis istri dan keluarga pilot Welly Kocu dan Alex Sony Rumbew mewarnai kedatangan jenazah. Direktur AMA, Joseph Loreux kepada wartawan menjelaskan, belum mengetahui pasti penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

"Dari laporan yang kami peroleh cuaca di kawasan itu baik dan sebelum terbang pesawat nahas itu telah diperiksa secara keseluruhan sesuai dengan peraturan penerbangan. Kami belum dapat memastikan penyebab jatuhnya pesawat nahas tersebut," ungkap Joseph Leroux.(ant-60v)

Waspadai Hutan Gundul di Gunung Arjuna

MALANG - Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) Jatim meminta masyarakat di Malang Raya khususnya yang hidup di dekat bantaran Sungai Brantas, untuk hati-hati saat musim hujan ini.

LSM itu melihat hutan arboretum wilayah tangkapan air hulu Sungai Brantas di lereng Gunung Arjuna, sedang kritis akibat aksi-aksi penjarahan kayu liar yang merebak sejak 1998.

Berdasar pengalaman lalu, musibah banjir bandang juga terjadi di hulu sungai tersebut, bahkan di sumber sungai terendam genangan lumpur dan potongan kayu hasil penebangan liar.

Menurut Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani Malang, Ir Satriyo, aksi penjarahan hutan dalam bentuk penebangan kayu liar itu sudah marak di kawasan selatan Jawa Timur sejak tahun 1998. Tidak kurang dari 11.000 hektare hutan hilang terjarah. Jumlah itu pula yang rata-rata terjarah di 23 KPH Perhutani Unit II di seluruh Jawa Timur.(jo-60v)

Anif Tak Gentar Dihukum Mati

DENPASAR- Anif Zulhanudin alias Pendek (24), salah seorang dari empat tersangka pelaku aksi peledakan bom di Jimbaran dan Kuta 1 Oktober 2005, mengaku tidak gentar diancam hukuman mati.

Petugas tim investigasi kasus bom Bali II di Denpasar, kemarin mengungkapkan, setelah mengetahui dikenai pasal ancaman hukuman mati, Anif yang asal Semarang, Jawa Tengah itu mengaku tidak gentar.

"Saya memang dipersiapkan untuk mati dalam kasus ini (peledakan bom)," ujar Anif seperti yang ditirukan polisi.

Anif yang sebelumnya hanya dituduh telah menyembunyikan informasi tentang aksi terorisme, menyusul terungkap selaku orang yang berperan langsung dalam aksi tersebut, sehingga pasal ancaman hukumannya pun kini menjadi berubah.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol AS Reniban yang dihubungi terpisah menyebutkan, dari hasil pengembangan di lapangan, ditemukan bukti cukup kuat kalau Anif juga salah seorang pelaku aksi yang telah merenggut 23 nyawa manusia pada 1 Oktober 2005 itu.(ant-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA