| Jumat, 06 Januari 2006 | MURIA |
Besok Tim Pemantau Akan Uji Bahan Konsumsi BerformalinJEPARA - Pemkab membentuk tim pemantau dan penanganan bahan konsumsi untuk mengantisipasi dan meminimalisasi dari campuran bahan pengawet berisiko, seperti formalin. Tim tersebut dibentuk dalam pertemuan lintas sektoral di ruang Asisten II (Bidang Perekonomian dan Pembangunan) Setda Jepara, Kamis (5/1). Dalam pertemuan itu, ada rencana kemungkinan pelabelan makanan yang benar-benar bebas formalin dan bahan pengawet lain. Pertemuan tersebut diikuti perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Disperindagkoppm, serta Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) dan Bagian Perekonomian Setda. Hadir pula Lembaga Konsumen Indonesia (LKI) Jepara. Kepala Disperindagkoppm Ir Herry Purwanto MM melalui Kabid Perdagangan Salembayong SE MM mengemukakan, Sabtu (7/1) tim akan terjun ke lapangan untuk menyurvei dan menguji beberapa sampel bahan-bahan konsumsi sehari-hari yang diduga dicampur formalin. Anggota tim dari Farmasi Makanan dan Minuman DKK akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan bahan konsumsi tersebut. Selain itu, tim juga akan membina langsung ke produsen-produsen serta menyosialisasikan ke para penjual dan masyarakat. Bersikap Kritis "Tujuannya, untuk membangun citra pasar produk-produk tertentu benar-benar tak berformalin," ucapnya. Dia menganggap wajar dan selayaknya masyarakat konsumen selalu bersikap kritis atas bahan-bahan konsumsi yang dibeli di pasaran. Kemungkinan besar, lanjut dia, akan ada pelabelan bahan-bahan konsumsi yang tak berformalin dengan terus melakukan uji laboratorium atas bahan-bahan tersebut sebelum pelabelan. "Dengan cara itu, konsumen akan merasa aman dengan membeli bahan yang telah berlabel sehat. Itu juga akan mendorong para produsen lain dengan cara yang sama," tuturnya. Beberapa bahan yang akan diteliti di pasaran, antara lain ikan asin, tahu, bakso, dan mi basah. (H15-17j) |