logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Januari 2006 MURIA
Line

Utang Petani Makin Membengkak

  • Akibat Lahannya Kebanjiran

KUDUS - Sejumlah petani yang lahan sawahnya tergenang banjir, kini mulai merasakan persoalan-persoalan. Pasalnya, dapat dipastikan pada musim tanam (MT) I ini mereka tak dapat memanen padi. Salah satu persoalan yang harus ditanggung sebagian besar petani saat ini adalah impitan utang yang semakin menumpuk.

Bari (45), petani warga RT 2 RW 2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus menyatakan tak tahu dari mana dia harus membayar utang Rp 2,5 juta dari sebuah lembaga perbankan.

"Saya utang dari sebuah bank. Sebentar lagi sudah jatuh tempo," ucapnya.

Utang itu untuk modal menanam padi di lahannya yang seluas sekitar sebahu itu. Padahal, beberapa saat sebelum kebanjiran dengan ketinggian air 1,5 meter, tanamannya siap panen.

Utang itu sedianya akan dilunasi seusai panen. Dalam keadaan normal, area sawahnya bisa menghasilkan lima ton padi dan laku dijual Rp 8 juta.

Namun akibat tanaman padinya terendam banjir, hanya ada yang berani menawar Rp 250.000 - Rp 500.000.

Hal senada juga disampaikan Paijan (35), warga RT 2 RW 3. Dia bingung membayar pinjaman Rp 2 juta ke sebuah bank. Utang itu untuk modal tanam.

Dengan kegagalan panen yang dihadapinya saat ini, dirinya akan meminta perpanjangan pembayaran. "Itu pun jika pihak bank bersedia memberi," harapnya.

Sementara itu, Supani (35), petani yang 10 kotak sawahnya terendam, juga harus mulai berpikir untuk membayar utang Rp 4 juta. Dengan luas sawahnya tersebut, biasanya dia dapat meraih hasil panen Rp 15 juta. "Akibat sawah saya terendam dua meter, tak serupiah pun yang dapat saya peroleh," tuturnya.

Kaur Pembangunan Desa Sidorekso Nursahid menyebutkan, akibat kegagalan panen sebagian besar petani di daerahnya memang harus menanggung banyak utang.

Persoalannya, tak semua petani ketika mengawali MT I dengan menggunakan modal sendiri. "Mereka kebanyakan berutang ke bank," ucapnya.

Di desanya, sampai dengan Kamis (5/1) terdapat 130 hektare sawah yang terendam setinggi 1,5 - 2 meter. Petani hanya dapat menyelamatkan sisa-sisa tanaman padinya pada genangan yang tak terlalu tinggi.

Yang dibutuhkan petani saat ini adalah bantuan bibit dan pupuk untuk MT II mendatang. Selain itu, petani juga meminta penangguhan pembayaran utang kepada sejumlah lembaga perbankan. "Jika diharuskan melunasi utangnya saat ini, rasanya tak mungkin karena tanaman di sawahnya sama sekali tak dapat dipanen," ungkapnya. (H8-54j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA