| Jumat, 06 Januari 2006 | MURIA |
Empat Kecamatan di Jepara Juga RawanJEPARA - Beberapa desa di empat kecamatan di Jepara dinilai rawan terhadap bencana longsor. Keempat kecamatan itu adalah Keling, Kembang, Mayong, dan Bangsri. Tim penanggulangan bencana alam (PBA) Pemkab Jepara, Rabu (4/1) mengadakan rapat evaluasi untuk memantau ke desa-desa yang rawan tersebut. Dua desa dianggap paling rawan adalah Desa Tempur, Kecamatan Keling dan Desa Bungu, Kecamatan Mayong. Di dua desa ini, permukiman penduduk banyak dijumpai di balik tebing-tebing dan lereng-lereng bukit yang gundul. Medan jalan di beberapa dukuh di dua desa ini juga berbahaya. Sebab, pada satu sisi adalah tebing sedangkan pada sisi lain jurang yang curam. Beberapa rumah warga di Desa Bungu misalnya banyak ditemukan "menempel" di pinggir jalan di atas petakan tanah yang bermedan curam. Demikian halnya di Desa Tempur, seperti di Dukuh Duplak. Pada Rabu (4/1) rombongan dari Pemkab yang dipimpin Bupati Drs Hendro Martojo MM meninjau kedua desa tersebut, di samping desa-desa lain yang rawan. "Sekecil apa pun pertanda akan datangnya bencana, masyarakat diimbau segera melapor ke aparat terdekat untuk mengantisipasi langkah-langkah penanggulangan," ujar Hendro. Serahkan Bantuan Saat meninjau kawasan Desa Bungu, pihaknya menyerahkan bantuan untuk Rukiyah, warga RT 20 RW 5, Dukuh Pager, Desa Bungu yang rumahnya roboh akibat ditimpa hujan dan angin. Kabid Perlindungan Masyarakat (Linmas) Badan Kesbanglinsos Jepara Istono SH MM mengemukakan, peninjauan lokasi rawan bencana tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sinkronisasi program antisipasi bencana alam dan penanganan pengungsi di ruang rapat I Setda, Rabu (4/1), yang juga dihadiri para camat dan anggota tim PBA. "Kepada para camat dan kepala desa diimbau bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat di desa-desa rawan longsor untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, apalagi saat terjadi hujan lebat," paparnya. (H15-17j) |