logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Januari 2006 MURIA
Line

Berkait PI Blok Cepu

Kirim SMS Massal ke Presiden SBY

BLORA - Sebanyak 30 aktivis yang bergabung dalam Aliansi Rakyat Blora (ARB) melakukan unjuk rasa, kemarin. Dalam aksinya, mereka menyerukan masyarakat mengirim pesan singkat (SMS) lewat telepon seluler secara massal kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di nomor 9949, berkait dengan participating interest (PI) Blok Cepu. Kalimat dalam SMS yang dikirim tersebut berbunyi: "Pertahankan keputusan 32,7 % PI untuk kesejahteraan rakyat Blora."

Selain mengirim SMS, para pengunjuk rasa yang terdiri atas aliansi lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW), Front Blora Selatan (FBS), Studi dan Advokasi Mahasiswa untuk Blora (Sinahu), Masyarakat Anti Korupsi (MAKs) Jateng, serta Super Samin Inc dan Permata, juga menyiapkan surat yang ditujukan kepada SBY.

Dalam isi surat itu, ARB meminta Presiden SBY agar keputusan pembagian PI seperti yang dihasilkan dalam pertemuan di Hotel Shangrila, Surabaya, antara Gubernur Jateng dan Gubernur Jatim serta Bupati Blora dan Bupati Bojonegoro, yakni dengan pembagian Jatim 67,3% dan Jateng 32,7%, dijadikan keputusan final.

Pembagian itu, menurut ARB, diyakini sebagai kebijaksanaan yang sudah proporsional, karena sebagian argumentasinya didasarkan kepada hasil analisis Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

Koordinator ARB, Kunarto Marzuki, mengatakan, alasan logis permintaan itu adalah rakyat Blora sudah lama hidup dalam kemiskinan yang tak berkesudahan. Bahkan, di antara deretan kabupaten/kota di Jateng, Blora masuk dalam daftar lima kabupaten termiskin.

Surat yang dipersiapkan itu, selanjutnya dikirim melalui kantor pos, saat mereka melakukan aksi. "Kami juga menyerukan kepada masyarakat Blora untuk melakukan aksi yang sama. Kirimkan SMS ke Presiden SBY," imbaunya.

Mengusung Poster

Aksi itu sendiri, diawali dari sekretariat LPAW di Jalan Reksodiputro. Sembari mengusung puluhan poster dan berorasi, mereka berjalan kaki menuju perempatan kantor pos. Mereka sengaja melakukan aksi di dekat kantor pos, agar surat yang ditujukan ke SBY bisa langsung dikirim.

Di perempatan kantor pos, massa juga menyebarkan brosur berisi seruan massal pengiriman SMS dan fotokopi surat yang hendak dikirim ke SBY kepada warga yang menonton aksi tersebut.

Mereka juga menggelar aksi teatrikal, yang menggambarkan penderitaan rakyat Blora, meski sumber daya alam (SDA) berupa minyak di daerah itu berlimpah.

"Kemiskinan ini sangat ironis. Karena sejak zaman penjajahan Belanda, Blora menyumbangkan penghasilan yang luar biasa kepada negeri ini melalui penghasilan tambang minyak dan gas," tandas Kunarto.(aiz-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA