| Jumat, 06 Januari 2006 | MURIA |
Penambangan Andesit Rawan Longsor
REMBANG - Penambangan batu andesit di sekitar puncak Gunung Botak, Desa Pakis, Rembang dikhawatirkan rawan longsor. Hal itu dapat mengancam keselamatan ratusan warga di enam desa yang berada di bawahnya. Enam desa yang terancam tersebut adalah Pakis (Kecamatan Sale), Gambiran, Trembes, Galengan, Rendeng (Kecamatan Pamotan), dan Picis (Kecamatan Gunem). Dua desa, Pakis dan Picis, tepat berada di bawah areal penambangan batu andesit itu. Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka di sekitar lokasi penambangan, sejumlah ladang penduduk yang tepat berada di salah satu bekas penambangan sudah terkena longsoran. Salah seorang warga Desa Picis, Medi, mengungkapkan, yang cukup dikhawatirkan adalah longsoran yang berada di selatan desa. "Di sana sudah mulai ada longsoran kecil. Yang kami takutkan, longsoran tersebut akan diikuti dengan longsor susulan," ujarnya, kemarin. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rembang H A Chafidz mengemukakan, Pemkab harus segera menindak mereka yang terlibat penambangan di Gunung Botak itu. Anggota DPRD asal Pamotan ini menuturkan, beberapa warga desa sekitar sudah mendatanginya untuk menyampaikan aspirasi penutupan tambang di gunung tersebut. "Jangan sampai hanya karena satu dua manusia yang mencari untung dari penambangan itu, ratusan warga desa sekitarnya menjadi korban. Dari penambangan di gunung itu, siapa yang mendapatkan untung? Jangan sampai musibah di Jember dan Banjarnegara terjadi di wilayah sekitar Gunung Botak itu," paparnya. Harus Ditutup Dia mengungkapkan, Pemkab harus bisa bertindak tegas terhadap mereka yang terlibat dalam penambangan di Gunung Botak tersebut. "Kami memahami, Pemkab berada pada posisi dilematis. Pada satu sisi, harus memikirkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Namun pada satu sisi, harus juga memikirkan aspek lingkungan. Namun untuk konteks pengalian di Gunung Botak, Pemkab harus tegas menutup tambang yang sebagian besar liar itu untuk kemaslahatan masyarakat sekitarnya," ungkapnya. Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup (Distamben LH) Kabupaten Rembang H Sodiq, ketika dihubungi mengakui, kawasan tambang di daerah itu memang sangat rawan tanah longsor. "Pada saat musim hujan seperti ini tidak hanya penambangan batu andesit di wilayah itu saja yang berpotensi menimbulkan tanah longsor. Namun, juga beberapa daerah penambangan pasir kuarsa dan batu kapur di Sale," tuturnya. Untuk menghindari tanah longsor akibat penambangan itu, dia mengimbau para pengusaha tambang yang tergabung dalam Asosiasi Pertambangan Rembang untuk benar-benar mempraktikkan prosedur keselamatan pertambangan. "Kami juga akan langsung terjun ke lapangan untuk memantau kondisi medan saat ini. Insya Allah secepatnya," janji dia. (moe-17j) |