logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 06 Januari 2006 SEMARANG
Line

Ulangan Terpaksa Ditunda

KENDAL - SMP Negeri Brangsong, Kendal, Kamis (5/1) terpaksa menunda pelaksanaan ulangan umum semester gasal. Hal tersebut dilakukan, mengingat genangan air juga memasuki ruang kelas dengan ketinggian 30 cm.

Sejak pagi ratusan murid-murid di sekolah yang berada di pinggir jalur pantura itu sudah memilih tidak memasuki halaman sekolahnya karena tergenang air.

''Pelaksanaan ulangan umum semester gasal pada hari keempat ini terpaksa kami tunda. Keputusan meliburkan sekolah harus ditempuh karena kondisi tidak mendukung. Air banjir telah memasuki ruang kelas,'' tandas Kepala SMPN 1 Brangsong Amin Aruyatna Yusuf didampingi sejumlah guru, kemarin.

Dia menjelaskan, materi pelajaran yang ditunda dalam pelaksanaan ulangan umum semester gasal adalah IPA dan PPKN. ''Menurut rencana, ujian dua mata pelajaran itu akan kami gelar pada Senin (9/1) mendatang dengan catatan, tidak ada kendala seperti saat ini.'' ''Tadi pagi, air sempat surut. Namun, beberapa jam kemudian naik lagi mencapai 30 cm. Kami berdoa agar besok pagi tidak terjadi banjir seperti ini sehingga sisa pelaksanaan ujian tidak tertunda. Jumlah murid di sekolah ini 870 anak.''

Berdasarkan pemantauan, sejumlah pengajar di sekolah tersebut berkesan tidak merasa terbebani ketika ada penundaan ujian karena sekolahnya tergenang banjir. Beberapa dari mereka bahkan terlihat bercanda dan tertawa lepas saat Suara Merdeka datang ke lokasi dan nyaris terperosok di genangan air di halaman sekolahnya.

Tanah Longsor

Sementara itu bertepatan dengan bencana banjir di wilayah Kendal bagian bawah, longsor juga terjadi di jalan di wilayah Desa Jawisari, Kecamatan Limbangan, Rabu (4/1) malam. Hingga kemarin siang, tumpukan tanah masih menutupi seluruh jalan yang menghubungkan Kecamatan Boja dan Desa Gonoharjo serta Desa Jawisari itu.

Tumpukan tanah mencapai 50 m3 dengan panjang 50 meter yang menutupi jalan itu mengakibatkan arus transportasi ke Desa Jawisari terputus total.

''Dengan tertutupnya jalan ini, Desa Jawisari terancam terisolasi. Saat ini jalan hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor,'' kata Kepala DPU Pemkab Kendal H Supriyono di lokasi bencana.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembersihan tumpukan tanah di atas jalan desa yang berlokasi sekitar 25 km dari Kendal itu diperkirakan membutuhkan waktu dua hari. ''Tumpukan tanah tidak mungkin dibersihkan dengan alat-alat berat. Untuk mendatangkan alat-alat berat ke sini, selain membutuhkan biaya yang relatif besar, juga cukup sulit karena jalannya menanjak tajam. Pembersihan dilakukan dengan cara manual, menggunakan tenaga manusia.'' (G15-51n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA