| Jumat, 06 Januari 2006 | KEDU & DIY |
Buku Cadangan Disimpan di Gudang SKBWONOSOBO - Puluhan ribu buku pelajaran yang terdiri atas berbagai judul terbitan PT Balai Pustaka Jakarta, saat ini disimpan di gudang Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Wonosobo. Buku-buku tersebut milik Dinas Pendidikan setempat. Namun karena kondisi gudang yang dinilai kurang representatif (bukan bangunan gudang), dikhawatirkan buku-buku tersebut akan cepat rusak. Saat ini, sebagian buku sudah berserakan dan berada di luar kotak/kardus. Yang Menjalankan Tugas (YMT) Kepala Dinas Pendidikan Wonosobo, Mustangin SPd didampingi Kasubdin Sekolah Drs Budi Rochmadi yang ditemui wartawan mengatakan, buku-buku tersebut merupakan cadangan terhadap buku wajib bagi SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK. Dia menyebut, buku wajib untuk pelajar di Wonosobo, sekarang sudah dibagikan ke sekolah. Sementara yang berada di gudang SKB adalah buku cadangan. Dia mengakui, buku teks yang dititipkan di SKB adalah milik Dinas Pendidikan. Namun Mustangin menyebut tidak ingat jumlah buku yang dititipkan di gudang SKB. Dia juga tidak tahu jumlah judul buku yang dititipkan. "Jika penyimpanan di gudang SKB dapat merusak buku, maka buku-buku itu sebaiknya dipindah ke tempat lain yang lebih memadai. Karena itu, saya akan memindahkan buku tersebut ke salah satu bangunan di Dinas Pendidikan," ujarnya. Laboratorium Bahasa Disinggung tentang pemberian kompensasi pembelian buku dari PT Balai Pustaka, Mustangin menyebut, kompensasi itu berupa delapan paket laboratorium bahasa serta alat peraga. Dia mengatakan, untuk alat peraga, sudah diberikan ke sekolah. Sementara pemberian laboratorium bahasa, sudah diberikan dua paket yang ditempatkan di SMP I Wonosobo dan SMK I Wonosobo. Enam paket laboratorium bahasa, belum diberikan. Hal itu berkait dengan penyediaan lokasi di sekolah yang akan ditempati. Bendahara Dewan Pendidikan Wonosobo, Ahmad Hafidz SAg, secara terpisah mengatakan, buku teks wajib bagi pelajar SD sampai SMA itu merupakan bantuan Pemkab. Penyediaan buku wajib untuk meringankan beban orang tua siswa tersebut diharapkan sesuai atau mengacu pada kurikulum yang diberlakukan. Dengan demikian, pembelian buku senilai Rp 22 miliar lebih itu tidak mubazir. Keterangan lain menyebutkan, Pemkab Wonosobo memesan buku wajib untuk siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK kepada penerbit PT Balai Pustaka Jakarta senilai Rp 22 miliar lebih. Pembayaran dilakukan beberapa tahun anggaran melalui APBD Wonosobo. Seharusnya, Pemkab Wonosobo melunasi pembayaran buku tersebut pada 2005. Saat ini, Pemkab mempunyai kewajiban melunasi ke PT Balai Pustaka Rp 2,49 miliar. Direncanakan, Pemkab akan melunasi melalui APBD tahun 2006. (P55-16d) |