| Jumat, 06 Januari 2006 | EKONOMI |
Harga BBM 2006 Sulit TurunJAKARTA-Harga bahan bakar minyak (BBM) sepanjang 2006 masih sulit diturunkan. Pasalnya, sepanjang tahun ini harga minyak dunia akan tetap tinggi antara 56-57 dolar AS per barel. Sementara harga BBM di Indonesia saat ini, berdasarkan patokan Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan sebesar 48 dolar AS per barel. "Sehingga kalau diikuti dengan harga minyak dunia ditambah 3 dolar saja, harganya masih 51 dolar per barel. Jadi masih akan sulit diturunkan," kata Chairman of Governor Board OPEC Maizar Rahman di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/1). Dengan demikian, ungkap Maizar, harga BBM akan turun jika harga di pasar minyak dunia sudah di bawah 51 dolar per barel. "Dan ini akan sulit terjadi tahun 2006, karena kisarannya diperkirakan masih antara 56-57 dolar per barel," ujarnya. Dia menjelaskan, tingginya harga minyak dunia akan menekan konsumsi BBM di negara berkembang dan menurunkan permintaan. Namun turunnya permintaan di negara berkembang ini dinilai tidak terlalu signifikan pengaruhnya, karena bagi negara maju, tingginya harga minyak dunia tidak akan mempengaruhi permintaan. Mengenai harga minyak saat ini yang kembali di atas 60 dolar per barel, Maizar melihat, hal itu lebih disebabkan dampak penyetopan gas dari Rusia ke Eropa. "Situasi seperti ini dimanfaatkan spekulan minyak untuk menaikkan harga, tapi ini hanya berlaku sementara saja, tidak sampai satu kuartal. Ketika gas sudah bisa dialihkan lagi, harga minyak akan kembali pulih," tuturnya. (dtc-33) |