| Jumat, 06 Januari 2006 | EKONOMI |
Omzet Kredit Konvensional Melebihi TargetSOLO-Omzet kredit konvensional atau Kredit Cepat Aman (KCA) di Perum Pegadaian Kantor Daerah Wilayah Surakarta pada 2005 mencapai Rp 426 miliar. Dengan omzet sebesar itu, berarti melebihi target yang dipatok. Humas Perum Pegadaian Wilayah Surakarta N Ambardi mengungkapkan, target KCA omzet 2005 ditetapkan sebesar Rp 404 miliar. Jika dibandingkan dengan omzet 2004 lalu, jumlah itu juga lebih besar. Target omzet 2004 ditetapkan sebesar Rp 390 miliar. Realisasinya mencapai Rp 402 miliar. Di samping KCA, Perum Pegadaian Surakarta tahun 2005 membuka layanan gadai syariah di Kawasan Solo Baru. ''Ternyata produk gadai syariah ini perkembangannya cukup bagus. Karena itu tahun ini, gadai syariah direncanakan akan dibuka satu kantor cabang lagi,'' kata dia. Dari target omzet gadai syariah Rp 3,5 miliar, ternyata berhasil melampaui target, menjadi Rp 5 miliar. Satu kantor cabang gadai syariah yang rencananya akan dibuka tahun ini, yakni di Pati. Daerah itu dipilih karena menurut survei yang dilakukan, dinyatakan potensial. Tahun 2005 juga merupakan kejutan bagi Perum Pegadaian Wilayah Surakrta. Hal itu disebabkan meningkatnya omzet produk ''Kreasi'' yakni kredit yang diperuntukkan bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Tahun 2005 omzet penyaluran ''Kreasi'' dipatok Rp 12 miliar. Di luar dugaan peminatnya sangat banyak, sehingga omzet bisa mencapai Rp 132 miliar. Menurut Ambardi, sebagian besar UKM yang mengambil ''Kreasi'' adalah sektor perdagangan dan kerajinan. ''Kreasi'' mulai disalurkan Perum Pegadaian Wilayah Surakarta bulan Juli 2004. Pada 2004, selama setengah tahun dipatok omzet sebesar Rp 5 miliar. Ternyata perolehan omzet bisa mencapai Rp 55 miliar. Bunga ''Kreasi'' ini sebesar 12% per tahun atau satu persen per bulan. Kredit ini diperuntukkan bagi UKM yang telah melengkapi dirinya dengan surat izin usaha. Dengan surat izin usaha dan agunan surat Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), dapat diperoleh pinjaman sebesar antara Rp 1 juta - Rp 50 juta. (bt-33) |