| Kamis, 05 Januari 2006 | SALA |
Saatnya Depag Tak Kelola soal HajiSRAGEN - Pengelolaan ibadah haji sudah saatnya diserahkan ke pihak independen dan tak lagi Departemen Agama (Depag) sebagai pengelola tunggal. Sebab, sampai sekarang biaya berhaji di Indonesia yang dikelola departemen itu lebih tinggi daripada di negara ASEAN lain, misalnya Malaysia dan Singapura. ''Departemen Agama cuma mengurusi ritual keagamaan,'' kata anggota Komisi VIII DPR SB Wiryanti di Sragen, kemarin. Dia mengakui sering muncul pertanyaan di masyarakat, kenapa biaya haji di Indonesia mahal. Jika pengelolaan diserahkan ke pihak independen, kemungkinan besar biaya bisa ditekan. ''Biasanya jika ada persaingan tak terjadi monopoli dan biaya jadi murah,'' kata anggota lembaga legislatif bidang sosial, agama, dan peranan wanita itu. Dia menyatakan sebaiknya Departemen Agama tak ikut campur dalam pengelolaan jamaah haji. Apalagi mengurusi hotel dan transportasi jamaah haji. Jika ditangani tim independen, persoalan agen travel, katering, dan penerbangan bisa berkembang. Dialog itu dihadiri Ketua DPC PDI-P Agus Wardoyo dan Sekretaris Hery Sanyoto yang juga anggota DPRD Jawa Tengah, sesepuh partai H Slamet Basuki, serta puluhan kader. Hery Sanyoto mengusulkan penataan sistem distribusi minyak tanah di Sragen, menolak impor beras, dan menata sistem subsidi langsung tunai ke masyarakat. (nin-53) |