logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 05 Januari 2006 SALA
Line

Desa Sukamakmur ''Dilanda'' Bencana

DESA Sukamakmur berada di lembah perbukitan. Wilayah yang subur itu dibelah oleh sungai. Budi daya aneka komoditas pertanian pangan dan perkebunan berkembang baik. Karena itu Sukamakmur jadi idaman permukiman bagi kaum agraris, seperti sering dilukiskan dalam suluk pedalangan sebagai nagri kang gemah ripah lohjinawi.

Namun hujan deras berkepanjangan disertai angin ribut telah menimbulkan banjir dan longsor yang merobohkan rumah dan menumbangkan pepohonan. Selain itu, dua warga desa meninggal dunia, empat warga patah tulang, serta menderita henti napas, gangguan jantung, dan perdarahan.

Bencana alam di Sukamakmur itu tersusun dalam skenario untuk simulasi pelatihan keterampilan bagi 100 personel pertahanan sipil/ perlindungan masyarakat (hansip/linmas) Kabupaten Wonogiri. Dalam skenario itu tersaji materi praktik di kompleks Waduk Gajahmungkur, terutama sebagai bahan pembimbingan menolong korban bencana alam.

Instruktur relawan dari Markas Cabang Palang Merah Indonesia (PMI) Wonogiri, Wardjo, menuturkan begitu terjadi bencana ada personel hansip/linmas melapor ke pamong desa dan ke kantor kecamatan. Selanjutnya pihak kecamatan mengontak tim penanggulangan bencana alam dan SAR.

Di lokasi bencana, para korban segera dievakuasi. Korban yang tak tertangani segera dikirim ke rumah sakit terdekat. Bersamaan dengan itu dibuat tenda sementara di lokasi aman terdekat sebagai penampungan darurat bagi korban yang kehilangan rumah. Para penolong juga membuat rakit untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Perahu karet milik tim SAR dikerahkan untuk mengangkut korban.

Praktik pembuatan rakit bambu dan batang pisang dibimbing Katimin dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat. Adapun tim SAR membimbing penyiapan perahu karet dayung dan bermesin.

''Semua ada tekniknya, termasuk membuat rakit bambu. Karena itu hendaknya kalian memperhatikan,'' ujar Katimin kepada para peserta.

''Pendirian tenda yang cepat harus diawali penguasaan teknik, tidak asal pasang,'' timpal Wardjo. (Bambang Pur-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA