logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 05 Januari 2006 SALA
Line

Ulang Tahun Ke-30, TSTJ Gratiskan Tiket

  • Calon Investor Diseleksi

JURUG - Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo akan membebaskan tiket masuk bagi pengunjung selama sehari, 17 Januari. Penggratisan tersebut, kata Kepala Unit Pengelola TSTJ Sayono Amiradji, dalam rangka ulang tahun ke-30 taman di pinggir Bengawan Solo itu.

''Kami membebaskan tiket agar warga masyarakat bebas berkunjung dan lebih mengenali TSTJ. Sebelumnya, 16 Januari malam, kami adakan pertunjukan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Gedhong Kencana oleh dalang Ki Mujiyono di pelataran TSTJ. Dengan menggelar lakon itu kami berharap TSTJ mencapai era keemasan,'' kata Sayono, kemarin.

Saat ini tiket memasuki taman seluas sekitar 13,9 ha itu Rp 4.000/orang pada hari biasa dan Rp 5.000 pada hari Minggu atau libur nasional. Tingkat kunjungan sehari selama setahun rata-rata 1.300 orang. Penanganan dipegang unit pengelola langsung di bawah Wali Kota.

''Memang banyak investor melakukan pemaparan ke Pak Wali Kota (Joko Widodo-Red) untuk mengelola TSTJ. Namun sepertinya masih diseleksi yang terbaik dan profesional dalam menangani taman satwa taru ini,'' katanya.

Berdasar catatan Suara Merdeka, sejak diresmikan sebagai taman tahun 1976 TSTJ beberapa kali ditangani pihak ketiga. Pada 1987 taman yang pernah dijadikan sirkuit alami motokros itu dikelola PT Bengawan Permai. Namun tahun 1985 ketika kontrak PT Bengawan Permai berakhir, Pemerintah Kota Surakarta di bawah kepemimpinan Wali Kota R Hartomo mengambil alih pengelolaan taman yang memiliki Taman Gesang itu.

Terakhir, tahun 1998, PT Solo Citra Perkasa masuk dan mengelola taman itu. Namun karena terjadi konflik, Pemerintah Kota memutus kerja sama secara sepihak tahun 2000. Hingga kini pengelolaan taman itu tetap di bawah pemerintah.

Kandang Merak

Kini pengelola berencana membuat kandang merak hasil penangkaran sendiri.

Sayono menuturkan dua dari empat pasang merak hijau produktif dan sudah beranak 12 ekor hingga akhir 2005.

''Ke-12 anak merak hijau yang sudah berumur 3-4 bulan itu sekarang masih dikarantina di kamar anak, terpisah dari kandang sang induk. Kelak, jika sudah berumur sudah lebih dari 6 bulan dimasukkan kandang. Kami kini menyiapkan kandang baru ukuran 2 x 3 m,'' katanya.

Sebelumnya, melalui APBD 2005 pengelola mendapat bantuan Rp 275 juta untuk membangun kandang harimau. Kandang di bagian belakang taman di ujung timur kota Solo itu bisa digunakan untuk lima ekor harimau secara bergantian.

Sampai sekarang TSTJ memiliki koleksi 433 ekor satwa yang meliputi 68 spesies. Selain 35 jenis aves, juga 16 jenis mamalia, tujuh jenis reptil, dan enam jenis primata. (D11-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA