| Kamis, 05 Januari 2006 | SALA |
Keraton Siapkan Garebeg Besar dan Kirab 1 SuraBALUWARTI-Keraton Surakarta sudah menyiapkan dua kegiatan ritual besar yang akan berlangsung Januari ini, yaitu prosesi gunungan Garebeg Besar yang jatuh pada tanggal 10 dan kirab menyambut 1 Sura pada tanggal 30. Dua ritual besar dijanjikan mendapat alokasi bantuan baik dari Pemprov Jateng maupun Pemkot Surakarta meski harus ditalangi dulu. ''Kalau pun ada kesepakatan baru karena muncul pihak lain yang minta bagian, maka pada prinsipnya Pemprov Jateng menjanjikan membantu. Nilainya berapa kami tidak tahu. Tetapi seingat saya yang sudah pernah mengucur beberapa tahun lalu sekitar Rp 300 juta untuk beberapa upacara adat selama setahun,'' ungkap GRAy Koes Moertiyah, Pengageng Sasana Wilapa, kemarin. Setelah akhir tahun 2004 dan selama 2005 bantuan untuk upacara adat dari Pemprov Jateng tidak mengucur, dia mendapat kabar tahun ini akan dikucurkan lagi. Tetapi ada syaratnya, yaitu dipotong beberapa persen karena ada pihak lain yang meminta bagian dan dengan terpaksa permintaan itu disetujui. Meski sudah disepakati ada pembagian alokasi bantuan yang dipecah untuk Keraton Surakarta dan pihak lain, istri KP Edy Wirabhumi yang akrab disapa Gusti Moeng itu tidak tahu persis berapa jumlah bantuan yang akan dikucurkan. Keraton... (Sambungan hlm 17) Menurut dia, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya pihaknya diundang ke Semarang oleh Gubernur bersama beberapa pihak lain di Jateng untuk menerima buku berisi nota anggaran (APBD) 2006, termasuk bantuan ke Keraton.''Nanti kalau kami sudah mendapat buku nota APBD itu baru bisa diketahui berapa alokasi bantuan untuk upacara adat di Keraton. Kapan undangan datang untuk menerima buku itu, kami belum tahu. Tapi yang sudah-sudah ya awal tahun,'' ujar ibu BRA Lung Ayu dan BRA Sedah Mirah itu. Bantuan untuk upacara adat itu, lanjut dia, juga akan didapat dari Pemkot Surakarta. Besar kecilnya belum diketahui tetapi diharapkan sesuai dengan harapan. Artinya, dari dua sumber itu bisa mencukupi pelaksanaan paling sedikit lima upacara adat di Keraton yang masih rutin dijalankan. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, imbuh Pemimpin Yayasan Pawiyatan Kabudayan Keraton Surakarta itu, pengucuran bantuan-bantuan itu biasa setelah peristiwa berlangsung. Semua kegiatan yang selama ini dilakukan Keraton dan mendapat bantuan pemerintah harus ditalangi dulu. GPH Puger selaku Pengageng Museum dan Pariwisata Keraton Surakarta menyatakan dua ritual pada Januari itu sudah disiapkan matang. Abdi dalem yang akan bertugas mengarak antara lain anggota Pengurus Paguyuban Kulawarga Surakarta (Pakasa) yang jumlahnya lebih dari 10 ribu dan sebagian besar tersebar di eks Karesidenan Surakarta. Cuma, menurut dia, penentuan waktu pelaksanaan hajad dalem gunungan Garebeg Besar itu sudah telanjur sebelum ada kesepakatan antara Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Sebab, bulan Besar tahun ini usianya hanya 29 hari karena jatuh di tahun Kabisat. ''Sudah telanjur ya enggak apa-apa. Tetapi tahun depan kami akan mencoba berunding dengan Keraton Yogya agar pelaksanaan bisa seragam sesuai dengan siklus penanggalan yang tepat,'' ujar pemimpin perpustakaan Keraton atau Sasana Pustaka itu. (won-27) |