| Kamis, 05 Januari 2006 | SALA |
Outing Program Kelompok Bermain''Eh Pesawate Arep Ancang-ancang Kae....''MENDADAK satu di antara sekumpulan bocah berseragam itu berteriak ketika sebuah pesawat komersial bersiap meninggalkan landasan Bandara Adi Sumarmo Solo. ''Eh pesawate arep ancang-ancang kae..... (Eh pesawatnya mau ambil ancang-ancang itu),'' ujar bocah kecil tersebut seraya menatap teman di sampingnya. Meski sebenarnya mungkin tak berniat melucu, ucapan bocah dengan nada keras itu tetap saja membuat orang-orang yang berada di sekitarnya tak kuasa menahan tawa. Maklum kata ''ancang-ancang'' itu kemungkinan memang akan terdengar aneh saat dikaitkan dengan pesawat terbang. Itulah antara lain kemeriahan yang terasa saat murid-murid dari Kelompok Bermain (KB) atau Play Group Smart Kids Jalan Dr Radjiman No 22 Solo melakukan pendidikan model outing program di Bandara Adi Sumarmo Solo, pagi kemarin. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 itu diikuti sekitar 30 murid dari kelompok bermain tersebut. Banyak kejadian lucu saat anak-anak yang masih berusia rata-rata lima tahun itu melihat kondisi di bandara. Namun terlepas dari itu kegiatan belajar di luar ruangan sangat bermanfaat bagi anak-anak. Paling tidak mereka bisa mengerti secara benar tentang kondisi riil lingkungan di luar sekolah yang mungkin hanya mereka kenal melalui pelajaran. Contohnya bandara yang kemarin menjadi objek program pendidikan tersebut. ''Sekali dalam setiap semester kami mengadakan program pengenalan lingkungan kepada anak didik. Tema kali ini adalah alat transportasi udara sehingga kami mengajak anak-anak ke bandara,'' tutur Ir Galuh MW, Ketua II Bidang Akademisi Kelompok Bermain Smart Kids Solo. Interaksi Langsung Menurut penuturan Galuh, outing program sangat berguna bagi anak-anak didiknya yang rata-rata berusia sekitar lima tahun itu. Pasalnya melalui program tersebut mereka bisa berinteraksi sekaligus berperan langsung terhadap lingkungan yang menjadi objek. Bukan sebatas menjadi imajinasi sebagaimana saat mereka belajar di dalam kelas. ''Itulah sebabnya mengapa saat mereka berada di sini bukan sekadar melihat pesawat atau objek lain di bandara. Namun lebih dari itu kami berusaha agar mereka ikut berperan langsung. Misalnya menjadi pilot atau bahkan satpam sekalipun,'' jelasnya. Selain melihat pesawat, lanjut dia, ada beberapa materi lain yang diberikan kepada murid saat berada di bandara. Di antaranya melihat pesawat take off, mengenal profesi di bandara dari pilot, co pilot, hingga aktivitas penumpang mulai pengecekan sampai boarding atau masuk pesawat. ''Dengan materi itu kami berharap memberikan pemahaman yang benar kepada anak-anak tentang lingkungan di luar sekolah,'' paparnya. Barangkali benar apa yang diungkapkan Galuh itu. Betapa program pendidikan out door itu sangat bermanfaat bagi anak-anak. Melalui cara itu akan membuat yang masih sebatas imajinasi menjadi nyata. Kejadian saat ada bocah berteriak ''pesawatnya sedang ancang-ancang'' bisa menjadi salah satu contoh. Ketika merasa ada ungkapan yang salah dari anak-anak tersebut instruktur outing program yang kemarin dilakukan oleh salah seorang teknisi Bandara Adi Sumarmo Serka Kristanto langsung memberikan pengertian yang benar. ''Itu bukan ancang-ancang, tetapi pesawatnya sedang airborne namanya,'' jelasnya.(Wisnu Kisawa-27) |