logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 05 Januari 2006 PANTURA
Line

Saatnya Miliki Laboratorium Makanan

UNTUK mengurangi risiko kerugian pada industri kecil karena isu penggunaan bahan pengawet pada makanan, dinas terkait seharusnya melakukan tindakan antisipatif.

"Saya salut dengan Kantor Perindag yang cepat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan membentuk tim kemudian me-ninjau industri kecil dan memberikan sikap," ujar Ketua Dewan Penasihat LSM Musyawarah Masyarakat (Muara), Subardi ST.

Menurut dia, kalau hal itu tidak segera diantisipasi maka perajin akan bangkrut kemudian akan mengurangi lapangan kerja.

Padahal, selama ini tahu diproduksi tanpa bahan pengawet.

Mantan anggota DPRD yang alumni Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu mengatakan, untuk menggalang kepercayaan masyarakat, sudah saatnya di Batang memiliki laboratorium bahan makanan dan minuman.

"Hasil penelitian selanjutnya diberikan dalam bentuk sertifikat produk. Dengan demikian, masyarakat khususnya sebagai konsumen, tidak ragu-ragu apabila akan menikmati produk makanan dan minuman," kata Subardi yang juga perajin tahu itu.

Menurut dia yang juga Ketua DPC PAN itu, keberadaan laboratorium bahan makanan dan minuman di Batang sangat mendesak. Mengingat, banyak produk-produk unggulan yang dihasilkan dari industri berskala usaha kecil menengah (UKM).

Selain tahu, di Batang juga terkenal mi, kerupuk, kecap, tepung aci, emping, serta keripik. (Arif Suryoto-52d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA