logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 05 Januari 2006 PANTURA
Line

Pengusaha Sukses Diminta Investasi di Pekalongan

PEKALONGAN - Guna mempercepat pembangunan Kota Pekalongan, Wali Kota HM Basyir Ahmad mengajak kepada pengusaha asal Kota Batik, yang sukses di Jakarta, berinvestasi di wilayah Pekalongan. Menurut dia, masih tersedia lahan cukup luas di wilayah Slamaran, yang bisa dikembangkan menjadi tempat wisata.

Kabag Perekonomian, Ir Eri Getarawan, mengatakan, pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu diikuti sekitar 80 pengusaha, yang sukses di ibu kota. Selain itu, juga ada beberapa pengusaha asli Kota Batik yang mengikuti pertemuan tersebut, agar terjadi kerja sama yang baik.

Didampingi Kasubag Bina Usaha, Sri Ruminingsih SE MSi, Eri mengatakan, Pekalongan memiliki potensi yang masih bisa dikembangkan, yakni, perikanan, batik, dan wisata.

Menurut dia, sampai sekarang Kota Pekalongan itu belum memiliki tempat wisata yang representatif. Sementara itu, tempat wisata di Pasir Kencana belum ideal. Padahal, saat ini Pekalongan menjadi kota di pantura, yang menjadi pusat perekonomian bagi kota-kota sekitarnya.

Gambaran

"Saya kira, dengan adanya sungai sudetan di Slamaran, bisa menambah nikmatnya pemandangan di pantai utara Pekalongan, jika dikembangkan dengan baik," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, banyak pengusaha yang menanyakan master plan secara detail tentang Kota Pekalongan. "Mengenai hal itu, Pemkot Pekalongan belum memiliki. Karena itu, ke depan kita memerlukan master plan yang terperinci untuk memberikan gambaran bagi investor agar tertarik," tandasnya.

Pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti pada tahun 2006 ini. "Sekaligus mereka akan diajak melihat lokasi Slamaran, yang menarik untuk dikembangkan menjadi wisata pantai," ungkapnya.

Selain itu, dalam upaya mengembangkan batik, menurut Eri, telah ditawarkan kepada pengusaha di Jakarta. Bagi pengusaha yang bisa membantu pemikiran pengembangan, dipersilakan memberikan masukan ke Pemkot demi berkembangnya batik.

Demikian pula, pengusaha yang bisa membantu modal juga dipersilakan mengadakan kerja sama dengan pengusaha batik di Pekalongan, sehingga makin lama batik bisa berkembang ke seluruh dunia. "Yang jelas, dalam waktu tidak lama lagi, kota di pantura itu akan mendirikan museum batik untuk pelestarian dan pengembangan di masa depan," katanya.

Mengenai data realisasi ekspor dari produk Pekalongan tercatat 2,904 juta dolar AS, sebagian besar terdiri atas tekstil dan ikan. (A15-61h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA