logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 05 Januari 2006 PANTURA
Line

Dua SD Negeri Dirombak Total

SLAWI - Dua sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Tegal yang tidak bisa digunakan lagi untuk proses belajar mengajar, segera dibangun kembali. Bangunannya bakal dirombak total, atau dibangun unit sekolah baru (USB).

Sekolah yang segera dibangun, menurut Sekretaris Komisi D DPRD, Drs Jahri, adalah SD Negeri 2 Sukareja, Kecamatan Warureja, dan SD Negeri 1 Wotgalih, Kecamatan Jatinegara. Dua sekolah tersebut terletak di desa terpencil.

Karena kondisi SD Negeri 2 Sukareja sangat memprihatinkan, Dinas P dan K telah melarang di sekolah itu digunakan untuk proses belajar mengajar. Akibatnya, sebanyak 122 murid kini diungsikan ke Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Mubtadi'in, Sukalila, yang berjarak ratusan meter dari sekolah dasar tersebut.

Demikian juga yang terjadi di SD Negeri 1 Wotgalih, hanya satu ruang kelas yang terpaksa digunakan, yakni untuk belajar murid kelas empat. Murid kelas satu, dua, tiga, lima, dan enam, selain belajar di rumah penduduk, juga ada yang dititipkan di SD Negeri 3 Wotgalih yang berjarak sekitar empat kilometer.

Merombak Total

Agar proses belajar mengajar bisa dilakukan di sekolah itu kembali, Komisi D bersama Dinas P dan K telah mengajukan anggaran sebesar Rp 1,060 miliar. Dana itu digunakan untuk merombak total dua unit sekolah tersebut.

Untuk SD Negeri 2 Sukareja, dibutuhkan dana pembangunan USB sebesar Rp 260 juta; sedangkan SD Negeri 1 Wotgalih rencananya akan dibangun bertingkat, dan diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 800 juta.

Secara terpisah Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas P dan K Kecamatan Warureja, Burhanudin IS SH, mengatakan, di wilayah kerjanya terdapat 29 SD. Sekolah yang kondisinya sudah rusak ada 12 buah, dengan kategori kerusakan ringan, sedang, dan berat.

Sekolah yang rusak berat ada lima unit; sisanya tingkat kerusakan bervariasi, antara rusak ringan dan sedang.

"Dalam APBD 2006, kami sudah mengajukan permohonan agar segera diperbaiki. Tapi belum diketahui, apakah disetujui atau tidak," kata dia.

Sekolah yang rusak, memang didominasi bangunan sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Untuk sekolah SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA, rata-rata bangunannya masih layak pakai, atau masih dalam kondisi baik.(D12-52a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA