| Kamis, 05 Januari 2006 | PANTURA |
Banyak Kasus Ban Pecah
SLAWI- Jalan kelas nasional dan provinsi di jalur pantura dan selatan sepanjang 613,899 kilometer di wilayah kerja Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Tegal, mengalami kerusakan. Di antaranya 34,994 km. Kerusakan yang tercatat sejak akhir November 2005 lalu diperkirakan terus bertambah. Mengingat hujan deras yang menimbulkan banjir dan genangan, serta bencana tanah longsor di berbagai daerah. Menurut Kasi Jalan BPT Bina Marga Provinsi Jateng di Tegal, Sutaryo ST MT, yang wilayah kerjanya mulai dari Kabupaten/Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten/Kota Tegal hingga Kabupaten Brebes, kerusakan jalan terjadi hampir di seluruh daerah tingkat dua itu. Kerusakan paling parah, kata dia, terjadi di jalur pantura wilayah Kabupaten Brebes dan hanya sedikit di jalur selatan arah Tonjong (Brebes)-Ajibarang (Banyumas). Kemudian di jalur pantura di Kabupaten Tegal terutama di Kecamatan Kramat, Suradadi, dan Warureja. "Dari seluruh jalan tersebut, yang kondisinya baik hanya 140,175 km atau 22,834 %. Jalan yang kondisinya sedang (ada kerusakan kecil) 438,73 km atau 71,466 %," papar dia, kemarin. Pantura Rusak Sementara itu kerusakan parah di jalur pantura kini dirasakan sangat mengganggu oleh pengendara. Banyak kasus kecelakaan akibat ban pecah setelah menerjang lubang dalam di jalur tersebut. Seperti terlihat di Kecamatan Kramat. Terdapat lubang cukup dalam dan tertutup kubangan atau genangan air. "Ini jalur primer. Kalau lubang tidak cepat ditambal atau diperbaiki sangat membahayakan pengendara kendaraan bermotor," kata Kasatlantas Polres Tegal, Iptu Deddy Nata. Sutaryo menambahkan dalam tahun anggaran 2005 lalu, instansinya hanya mendapat anggaran untuk perbaikan jalan dan jembatan lebih dari Rp 2,9 miliar. Jika melihat kerusakan yang diprediksi terus bertambah hingga akhir bulan ini, dana yang dibutuhkan tidak cukup. Dia mengatakan, dana sebesar itu secara terperinci digunakan untuk perbaikan jalan dan jembatan di wilayah barat yang mencakup Kabupaten/Kota Tegal dan Kabupaten Brebes sebesar Rp 1,2 miliar lebih. Sasarannya untuk perbaikan jalan 180,9 km dan jembatan sepanjang 39,5 meter. Sasaran perbaikan jalan di wilayah timur yang mencakup Kabupaten Pemalang dan Kabupaten/Kota Pekalongan sepanjang 40,4 km dan jembatan sepanjang 7,5 meter. "Untuk perbaikan jembatan di wilayah timur memang kecil, karena hanya terjadi kerusakan di atas jembatan Menyawake di jalur Kebon Agung-Bantarbolang (Kabupaten Pemalang)," paparnya. Di Kota Tegal Dari Kota Tegal dilaporkan, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di Jembatan Sumurpanggang. Di beberapa ruas jalan yang menjadi jalur pantura, beberapa hari terakhir ini tampak lubang-lubang berukuran besar. Kondisi paling parah terjadi di Jalan Kolonel Sugiyono. Lubang menganga berada di tengah jalan hingga depan Rita Supermal. Mendekati Hotel Bahari Inn, kerusakan hampir merata sepanjang beberapa ratus meter. Permukaan aspal yang melapisi material terkelupas hingga memperlihatkan lapisan batu dasar. Karena kondisi jalan rusak, sejumlah pengguna jalan yang melintas di jalur itu terpaksa harus ekstra hati-hati. Terlebih bagi pengendara sepeda motor bisa terperosok dan jatuh bila kurang waspada. Berdasar pantauan kemarin sebagian warga yang tinggal di tepi jalan berinisiatif menambal lubang dengan material batu dan tanah. Itu tampak di jalur pantura dari arah timur masuk Kota Tegal.(H16,D12-19) |