| Kamis, 05 Januari 2006 | PANTURA |
Lalu Lintas Jalur Pantura TerhambatJembatan Sumurpanggang BerlubangTEGAL - Belum ada tiga bulan diperbaiki, beton Jembatan Sumurpanggang di Jalan Hos Cokroaminoto, Kota Tegal, Selasa (3/1) malam kembali jebol. Lubang pada jembatan itu selebar satu meter. Warga setempat terpaksa memasang drum bekas pada lokasi kerusakan, beberapa meter sebelah timur jembatan agar pengemudi kendaraan, terutama motor tidak terperosok. Beberapa tiang pembatas juga diletakkan di ruas tengah jalan. Hingga kemarin, kendaraan yang melintas di jalur tersebut harus antre satu persatu ketika melewati jembatan tersebut. Salah seorang warga setempat, Arif (40) mengatakan, permukaan jalan di jembatan selalu bergetar setiap kali kendaraan bertonase berat melintas. "Apabila truk lewat di tengah jembatan, permukaan jalan terasa bergoyang," ujarnya. Tonase Berat Dia khawatir, fondasi jalan roboh akibat sering dibebani kendaraan bertonase berat. Ditambahkan, November tahun lalu atau bertepatan dengan bulan Puasa, jalan di jembatan itu baru saja diperbaiki. Hingga akhir bulan Desember lalu, kondisi jembatan masih mulus. Diduga jalan itu berlubang karena hujan deras yang mengguyur Kota Tegal beberapa pekan terakhir. Seorang pengemudi mini bus jurusan Tegal - Brebes, Agus Budiono mengungkapkan, jalan di Jembatan Sumurpanggang sering rusak. Akibatnya, jalur yang menjadi titik temu kendaraan umum dari terminal bus dengan kendaraan dari arah timur itu sering macet. Secara terpisah, Pengawas Jembatan Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Jawa Tengah, Warno mengakui, fondasi jalan rusak karena tidak mampu menahan tonase kendaraan yang lewat. "Kekuatan beton jalan hanya mampu menyangga beban maksimal 45 ton," katanya. Namun kenyataannya, lanjut dia, banyak kendaraan yang lewat melebihi batas tonase. Dijelaskan, lantai beton yang baru dibangun merupakan jenis K30. Beton itu termasuk jenis biasa yang hanya mampu menyangga kendaraan bertonase sedang. Seharusnya, beton dibuat dari jenis terbaik, yaitu postrok. Apalagi, jalan tersebut berada di jalur pantura yang dilewati berbagai jenis kendaraan dengan tonase berat. "Karena biaya perawatan terbatas, kami hanya mampu membuat beton jenis K30," jelasnya. Dikatakan, pihaknya membongkar fondasi jalan yang berlubang. Selanjutnya akan akan di cor dengan material beton yang lebih kuat. (H16-61d) |