| Kamis, 05 Januari 2006 | PANTURA |
107 Ha Sawah Diserang Keong EmasPEKALONGAN - Dari 1.473 hektare lahan pertanian di Kota Pekalongan, 107 hektare di antaranya terserang hama keong emas. Meski demikian, serangan itu masih dianggap belum serius, karena kerusakan tidak terlalu parah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan (DPPK) Ir Soewardjo, kemarin (4/1) ketika ditanya soal hama keong emas yang belakangan ini menyerang tanaman padi. "Binatang itu menyerang lahan sawah petani di sembilan kelurahan yang berada di empat kecamatan Kota Pekalongan," paparnya. Dia menuturkan, beberapa petani sempat mendatangi kantor DPPK yang mengeluhkan masalah merebaknya hama tersebut. Selanjutnya, dia dan beberapa staf pertanian meninjau beberapa sawah yang terserang. "Ternyata benar, ribuan keong emas terlihat bergelantungan pada batang padi." Pihaknya kemudian memerintahkan petani agar segera memberantas hama itu dengan sistem mekanik manual atau secara langsung mengambil keong yang menempel pada tanaman. Menurut keterangan Soewardjo, cara seperti itu sangat efektif. Sebab, semua hama yang berada di lahan pertanian habis diberantas. "Sebenarnya, ada cara lain untuk memberantas hama itu, yakni menyiramkan samponin ke sawah. Namun cara itu kurang efektif, sehingga kami memakai cara manual," tandasnya sembari menambahkan bahwa hewan ini bisa dijadikan pakan ternak. Membuat Parit Soewardjo menuturkan, untuk mempermudah pengumpulan hama tersebut, bisa dilaksanakan dengan membuat parit perangkap yang diberi umpan daun kesukaan keong emas, sawi dan kangkung. Dengan cara seperti itu, otomatis binatang ini akan mencari makanan dan berkumpul di tempat yang ditentukan. Kalau sudah mengumpul, petani tinggal mengambilnya tanpa kesulitan. Bagaimana keong emas bisa menyerang padi milik petani? "Semula, binatang ini merupakan satwa hias yang dipelihara di akuarium. Karena keteledoran dalam pemeliharannya, akhirnya banyak yang terlepas ke sawah dan perairan umum," paparnya. Ketika sudah berada pada tanaman padi, binatang ini kemudian memakan batangnya. Lebih jauh dia menjelaskan, jika tidak segera diberantas, keong emas bisa menjadi hama yang bermasalah bagi petani. Sebab, binatang ini pemakan segala jenis tumbuhan dan perkembangbiakannya cepat, yakni setiap kali bertelur bisa mengeluarkan sekitar 300 - 800 butir. Keong jenis ini juga bisa bertahan hidup tanpa air selama enam bulan, yakni menyusup ke dalam tanah dengan kedalaman 30 cm. "Mereka cenderung makan batang padi ketika tanaman berusia 0-20 hari," jelas dia. (H4-61d) |