logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 05 Januari 2006 PANTURA
Line

13 Rumah Tertimpa Longsor

  • Lagi Landa Kandangserang

KAJEN - Longsor kemarin kembali terjadi di beberapa desa di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Sedikitnya 13 rumah rusak tertimpa longsoran namun tidak ada korban jiwa.

Camat Kandangserang Ali Reza dalam laporannya ke Bupati, kemarin, menyebutkan, Selasa (3/12) hujan lebat mengguyur Kandangserang dan mengakibatkan bencana longsor.

Di Dukuh Karanggondang, Desa Sukoharjo 12 rumah rusak. Sementara itu, di Dusun Sigong, Desa Gembong sebuah rumah dan dapur milik warga juga rusak.

Di Desa Garungwiyoro, hujan lebat membuat air di sungai desa tersebut meluap. Akibatnya, jembatan di Dusun Curug Kidul sepanjang 3 meter hanyut terbawa arus. Rute itu hingga kemarin belum bisa dilalui kendaraan.

"Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam musibah tersebut. Saat ini kerugian masih dihitung," tuturnya.

Plt Kepala Kantor Kesbanglinmas R Djoko Laksono menandaskan, pihaknya kemarin sudah mendengar laporan tentang musibah tersebut. Bersama instansi terkait, pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk menyurvei ke lokasi.

Sehubungan dengan terjadinya berbagai bencana alam, Bupati Pekalongan H Amat Antono dalam amanatnya di depan apel pagi PNS menginstruksikan kepada segenap jajaran aparat pemerintah khususnya instansi terkait, agar sigap dan waspada mengatasi dan mengantisipasi bencana.

Komunikasi langsung

Kewaspadaan, lanjut Bupati, diaplikasikan dengan peningkatan komunikasi langsung antara aparat pemerintah dan masyarakat khususnya di daerah rawan bencana. Pasalnya, manusia mempunyai keterbatasan pancaindra.

Semua orang harus saling bantu demi kepentingan bersama. "Ketika terjadi bencana alam di satu wilayah, penanganannya dapat segera diatasi karena kecepatan akses informasi dan komunikasi yang diperoleh langsung dari masyarakat," tandasnya.

Ketua Komisi D DPRD HM Sjafrudin Huna meminta Pemkab untuk menyikapi serius bencana tersebut.

Dia mendesak agar Pemkab secepatnya membentuk tim satuan pelaksana penanggulangan bencana alam (Satlak PBA) untuk mempermudah koordinasi dalam penganan bencana.

"Melihat cuaca, hujan lebat kemungkinan besar masih akan terus turun. Jadi, saya minta Posko PBA segera dibentuk," tegasnya.

Langkah yang harus segera terlaksana adalah mengidentifikasi daerah bencana dan yang rawan bencana. Dengan demikian, hal-hal yang bisa memperparah bencana bisa segera mendapat penanganan.

"Peralatan dan perlengkapan logistik kami minta juga segera disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Seperti yang diberitakan kemarin (Suara Merdeka, 4/12), bencana longsor terjadi di Kesesi dan Kandangserang. Jalan yang menghubungkan desa di dua kecamatan itu ambrol hingga mengganggu aktivitas warga. (G16-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA