| Kamis, 05 Januari 2006 | OLAHRAGA |
Jepang dan Arab Saudi Satu Grup di Pra-Piala AsiaKUALA LUMPUR-Tim yang sama-sama lolos ke Piala Dunia 2006, Jepang dan Arab Saudi, berada dalam Grup A babak kualifikasi Piala Asia 2007. Dua tim lainnya di grup ini adalah India dan Yaman. Pra-Piala Asia terdiri dari enam grup, dengan juara dan runner-up-nya lolos ke putaran final yang akan diselenggarakan di empat negara Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu tuan rumah bersama Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Dalam undian yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, kemarin, diputuskan pula Korea Selatan dan Iran yang juga lolos ke Piala Dunia di Jerman berada dalam satu grup. Mereka berada di Grup B bersama Taiwan dan Suriah. Australia yang baru tahun lalu bergabung dengan Konfedereasi Sepak Bola Asia (AFC) mengikuti pula kejuaraan ini. Mereka ditempatkan di Grup D bersama Lebanon, Kuwait, dan Bahrain. Sedangkan Grup C diisi UEA, Oman, Jordania, Pakistan. Grup E terdiri atas Cina, Irak, Palestina, Singapura, sedangkan Grup F meliputi Uzbekistan, Qatar, Bangladesh, Hong Kong. pertandingan akan dimainkan secara home and away antara Februari dan November tahun ini. Hammam Kecewa Tetapi, pentas empat tahunan yang dituanrumahi oleh empat negara itu -kali pertama sepanjang sejarah- yang sebenarnya digagas sendiri oleh AFC, ternyata kini disesali. Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Mohammed Bin Hammam, kemarin mengaku blunder membolehkan putaran final Piala Asia 2007 dituanrumahi bersama oleh empat negara. Bin Hammam mengatakan, melihat ke belakang keputusan itu merupakan suatu kesalahan besar dan dia akan mengubah keputusan itu jika bisa. "Jika kami memiliki sebuah pilihan kami tentunya tidak akan membuat itu lagi," katanya. Sekjen Asosiasi Sepak Bola Thailand, Worawi Makudi sangat terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Bin Hammam. "Saya tidak memiliki ide mitu. Mereka yang memilihnya. Mngapa AFC baru berkomentar sekarang, jika mereka sebelumnya setuju dengan ide itu?" katanya. "Tuan rumah bersama empat negara akan lebih menarik publik." Bin Hammam beralasan, sistem itu terbukti menyulitkan biaya dan logistik panitia. "Itu menyulitkan, kami harus memiliki empat panitia penyelenggara, empat media center, dan juga ada pertimbangan keuangan. Itu kesalahan saya, saya mengusulkan itu dan saya paparkan kepada panitia pelaksana, tapi sejak kami mulai bekerja, kami merasakan itu sangat berat.'' Bin Hammam menambahkan, dari sisi keuangan dan logistik, pihaknya sangat tidak bahagia dengan empat panitia terpisah itu. AFC mengumumkan pada 2003 bahwa kompetisi 2007 akan berlangsung di wilayah asosiasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), setelah mengambil kebijakan rotasi untuk tuan rumah, seperti yang dilakukan badan sepak bola dunia FIFA. Itu menjadi kali pertama ASEAN melangsungkan kompetisi sejak 1984, di mana Singapura menjadi tuan rumah.(ant-22) |