logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 05 Januari 2006 OLAHRAGA
Line

Paolo Di Canio Tobat

MILAN- Striker Lazio, Paolo Di Canio, berjanji akan menghentikan gerakan salut ala rezim fasis yang ditujukan kepada penonton yang biasa dilakukannya di lapangan. Di Canio, yang dua kali didenda karena "hormat fasisnya" itu, mengatakan kepada sebuah stasiun radio di Roma bahwa dia akan menghentikan gerakan Roman Salute kepada penonton.

"Selama istirahat Natal, saya punya waktu untuk merenung dan saya memutuskan untuk berbuat baik kepada Lazio," kata mantan striker West Ham United itu.

"Untuk saat ini, saya akan menghindar dari tayangan publik. Tapi saya akan meneruskan pertarungan untuk kebebasan melalui jalan lain."

Pemain berusia 37 tahun itu sebelumnya tidak jera, terus melakukan gerakan salute, meskipun menerima satu hukuman larangan bermain bulan lalu. Di Canio bisa terancam denda lain dan larangan ketika FIGC (PSSI-nya Italia) melanjutkan pertemuan bulan ini untuk memutuskan hukuman salute yang dia lakukan saat pertandingan Serie A di Livorno.

Hormat

Dia didenda 10.000 euro (12.070 dolar AS) dan larangan satu pertandingan setelah membuat hormat dalam pertandingan kandang melawan Juventus.

Namun sikap kontroversial Di Canio ternyata mendapat dukungan luas dari fans Lazio, yang memang dikenal memiliki pandangan ekstrem.

Tiga kelompok pendukung dilaporkan telah membuka sebuah rekening bank untuk menyumbang denda yang harus dibayar Di Canio.

Striker yang juga pernah bermain di Glasgow Celtic, Skotlandia, dan Juventus serta AC Milan itu, membuat salute pertamanya dalam derby Roma musim lalu - di mana dia didenda.

Dia tidak merahasiakan akan kebanggaanya terhadap pemimpin fasis asal Italia, Benito Mussolini, dan memiliki sejumlah tatto di tangannya yang berkaitan dengan tulisan berbau fasisme.

"Saya bukan seorang rasis. Tapi saya memang seorang fasis, dan saya kita, tidak ada larangan untuk menjadi fasis," tegas Di Canio. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA