logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 05 Januari 2006 OLAHRAGA
Line

Bulu Tangkis Targetkan Tiga Emas di AG

JAKARTA - Cabang olahraga bulu tangkis menargetkan tiga medali emas pada Asian Games 2006 yang akan digelar 1-15 Desember di Doha, Qatar. Medali tersebut diharapkan diperoleh dari nomor tunggal putra, ganda campuran dan ganda putra.

"Kita berhadap dari tiga nomor tersebut karena ketiganya yang paling berpeluang khususnya pada tunggal putra dan campuran kita punya juara dunia," ujar Ketua Sub Bidang Pelatnas PB PBSI Lius Pongoh seusai mengikuti rapat di KONI Pusat di Jakarta, Rabu.

Selain tiga nomor tersebut, Lius mengatakan nomor beregu putra juga berpeluang meraih medali emas, namun peluangnya masih 50:50. "Karena selain China (negara bulutangkis terkuat di dunia) tim Malaysia juga mempunyai pemain yang kekuatannya merata untuk nomor beregu," katanya.

Sementara itu, peluang putri untuk meraih medali agak berat karena dominasi China yang sangat kuat. Sampai saat ini putri China masih diakui sebagai tim terkuat di Asia bahkan di dunia. "Selain itu Malaysia dan Singapura juga tidak bisa diremehkan," katanya.

Pada SEA Games di Manila, Filipina akhir tahun lalu, tim beregu Indonesia baik puta maupun putri tidak berhasil merebut medali emas. Tim putra kalah di final oleh tim Malaysia, sementara tim beregu putri tidak sampai ke final.

Untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games yang akan dimulai 15 Januari, bulutangkis menyiapkan 16 pemain terdiri atas 15 atlet pelatnas Indonesia Bangkit (IB) yang akan diperkuat satu pemain tunggal putra tambahan.

Ke-15 atlet pelatnas IB tersebut adalah Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso (tunggal putra), Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto dan Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda putra), Adrianti Firdasari dan Fransisca Ratnasari (tunggal putri), Jo Novita/Greysia Polii (ganda putri) serta dua ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir dan Anggun Nugroho/Yunita Tetty.

"Satu pemain tunggal putra masih belum ditentukan," tambah Lius.

Simon Lolos

Pasangan Anggun Nugroho/Yunita Tetty, satu-satunya ganda campuran yang mewakili Indonesia pada turnamen Swiss Terbuka, langsung tumbang pada pertandingan pertamanya, Rabu.

Menurut skor langsung yang disiarkan situs pertandingan, ganda campuran nomor dua Indonesia itu kalah dari pasangan CHina Zheng Bo/Zho Tingting dalam pertandingan tiga set 11-15, 15-5, 7-15.

Pasangan Anggun/Yunita yang memimpin 8-4 dan 11-7 pada set pertama dikejar oleh Zheng Bo/Zhao Tingting saat ganda China mendapat giliran servis hingga menyamakan kedudukan 11-11. Setelah itu pasangan China tidak memberi peluang bagi Anggun/Yunita menambah angka sehingga kehilangan set pertama 11-15.

Set kedua sepenuhnya milik pasangan Indonesia yang langsung melaju untuk memimpin 8-1 dan hanya memberi peluang pasangan China menambah empat angka sebelum menutup set kedua 15-5 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Keadaan berbalik pada set penentuan saat Anggun/Yunita yang sempat memimpin 4-0 tidak mampu mempertahankan keunggulannya dan dengan mudah tertinggal 5-10 hanya dalam tiga kali pergantian servis.

Pasangan Indonesia yang menjadi finalis Indonesia Terbuka itu akhirnya menyerah meski sempat menambah dua angka. "Intinya (mereka) kalah cepat. Pada set ketiga tidak bisa lepas dari tekanan lawan, terutama di depan net mereka kalah," ujar Hendrawan, satu-satunya pelatih yang mendampingi atlet Indonesia di Swiss saat ditanya penyebab kekalahan pasangan Anggun/Yunita.

Sementara itu, pemain tunggal putra Simon Santoso berhasil meraih kemenangan mudah atas pemain Inggris Nicholas Kidd 15-4, 15-6. Pada putaran kedua, Simon bertemu unggulan keempat asal Korea Lee Hyun-ill yang mendapat bye pada babak pertama.

Pemain lain yang ambil bagian pada turnamen berbintang empat berhadiah 120.000 dolar AS itu adalah Adrianti Firdasari yang pada putaran pertama bertemu unggulan ketujuh asal Malaysia Wong Mew Choo dan Fransisca Ratnasari melawan Rachel Van Cutsen. (ant-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA