logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 05 Januari 2006 WACANA
Line

Surat Pembaca

Koruptor dan Muri

Indonesia memiliki prestasi aneh-aneh yang sering dicatat oleh Muri (Museum Rekor Indonesia). Hanya korupsi saja yang saya kira belum dilirik dan belum diagendakan. Coba simak kasus korupsi mulai dari Abdullah Puteh, Mulyana W Kusuma, Hamdani Amin, Probosutedjo dan I Gusti Ngurah Oka Budiana.

Ternyata semua koruptor tersebut mengalami nasib sama, "hanya" bakal menikmati hotel gratis selama kisaran empat tahun. Vonis 4 tahun dinikmati Probosutedjo, Hamdani Amin dan I Gusti Ngurah Oka Budiana. Hanya Abdullah Puteh yang bernasib kurang baik divonis 10 tahun.

Mahkamah Agung menjatuhkan denda Rp 30 juta atau pengganti 3 bulan kurungan kepada Probosutedjo. Adik tiri mantan Presiden Soeharto itu diharuskan membayar uang pengganti kepada negara melalui rekening Menteri Kehutanan dan Perkebunan sebesar Rp 100,9 miliar.

Kepala Biro Keuangan KPU Hamdani Amin yang terbukti korupsi pengadaan asuransi bagi petugas Pemilu 2004 juga divonis 4 tahun penjara dan didenda 300 juta subsider 4 bulan kurungan. I Gusti Ngurah Oka Budiana, pemegang saham terbesar Bank Dagang Bali, dihukum empat tahun penjara.

Dia terbukti melakukan korupsi Rp 1,248 triliun uang negara hanya dihukum 4 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Puteh divonis pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 500 juta, subsider enam bulan kurungan. Selain itu dia juga dihukum membayar uang pengganti Rp 3,687 miliar.

Gambaran para tokoh koruptor tersebut merupakan profil negara kita yang menduduki rangking 137 negara terkorup. Bandingkan dengan Malaysia yang menduduki rangking 39, Thailand ranking ke 59 dan Vietnam 117.

Saya rasa hal yang menarik jika Muri mencoba membuat daftar tokoh dengan prestasi terburuk melakukan korupsi, nilai yang dikorupsi dan vonis yang dijatuhkan. Barangkali dengan "rekor" ini akan menjadi pelajaran bagi seluruh rakyat dan pejabat tentang profil korupsi di Indonesia.

Barangkali salah satu alasan mengapa korupsi tetap berakar begitu mendalam dan sebegitu lama adalah bagian dari sistem yang berhasil memberikan pertumbuhan ekonomi secara tetap. Di Indonesia, korupsi telah dilembagakan di bawah rezim Orde Baru selama 32 tahunoleh mantan Presiden Soeharto.

Sularso Budilaksono

JI. Cempolorejo VII/4, Semarang

***

Panaslah Nusantara

Tahun 2006 lebih gelap dibanding 2005. Yang muncul ternyata sikap yang kesembronoan dan kesemanakan terhadap lagak lagu dunia dan sejarah yang mengurung mereka. Ada yang bilang ekonomi akan cenderung lebih sulit, kesempatan lebih menyempit, kebahagiaan makin ketrlingsut.

Peluang berbanding terbalik dengan rasionalitas persaingan dan itu semua akan membengkakkan kemungkinan kejahatan/perampokan yang makin kaya bentuk dan modusnya. Juga memperkeruh ketidakjernihan akal masyarakat, termasuk akal golongan yang seharusnya berfungsi mewakili akal sehat.

Telinga orang makin tuli, mata makin rabun, hati makin bebal, dicolok matanya belum tentu membuat seseorang bisa terbangun dari tidurnya. Sejumlah musibah sosial menyusul cobaan sebelumnya, ada tokoh terbunuh, ada kebusukan yang paling buruk dan ada kebangkrutan stagnasi bahkan dekadensi.

Bagi manusia yang berlindung di bawah cinta kasih dan maha kecerdasan Allah, itu semua merupakan bahan ideal untuk memperdalam pendekatannya, memperindah sujudnya, menerang-benderangkan hatinya di tengah kegelapan sekitarnya.

Kondisi yang memanas disebabkan penjarahan hutan yang dikenal illegal logging, hutan gundul, kiai-kiai pada ke Senayan sehingga dzikir, hong wilaheng, haleluyah atau H2O lainnya sudah tidak dihayati dan diamalkan... Panaslah Nusantara.

HM Kodrat Samadikoen

Tmn Ketapang Timur 147, Semarang

***

Kualitas RSU Kartini

Saat saya besuk kawan di RS Kartini Jepara, tertegun mengamati bangunan gedung bertingkat ini. Banyak kemajuan, melejit pula dana yang dipeoleh,. Saya acungi jempol atas kiprah para pengelola yang telah membangun gedung tingkat layaknya RS di tingkat provinsi.

Namun saya sayangkan, sebab masih ada hal yang perlu dibenahi antara lain dari segi kenyamanan pasien. Masih ada pasien yang kecewa adanya klasifikasi ruang klas I, II dan sal yang kurang seimbang. Disebutkan klas II namun kenyataannya suasana seperti sal umum yang tak teratur.

Klasifikasi pasien dewasa juga dicampur dengan pasien anak-anak sehingga terganggu suara gaduh anak-anak. Dari segi kedisiplinan, masih banyak pengunjung yang datang/pulang tidak pada jam besuk sehingga mengganggu. Banyak penunggu berombongan yang juga mengganggu ketenangan.

Tingkah laku penunggu kurang menunjukkan belasungkawa, sering main HP layaknya di rumahnya sendiri. Dari segi kebersihan, toilet kotor dan berbau. Pakaian kotor tidak segera dicuci/dipindahkan dari toilet.

Dari segi kesehatan, jemuran banyak ditemui di dinding/pagar luar dekat pasien. Ventilasi klas II/sal terbatas, terpaksa menggunakan kipas angin. Dari segi kesopanan, penyaji makanan tidak menunjukkan sikap menyenangkan. Sebab sering disertai omelan yang tidak mestinya. Sering mengeluarkan suara lantang dan keras. Dari segi keamanan, ada keteledoran pihak keamanan RSU, dengan masuknya penjahat yang menipu. Saya imbau RSU Kartini ini berkualitas dan lebih nyaman.

Amar Makruf

Purwogondo, Kalinyamat, Jepara

***

Kambing

Try to see everything in a bright side, petuah Britania kuno yang berarti cobalah melihat segala sesuatu dari sisi terangnya mungkin cocok untuk menggambarkan khasiat daging kambing. Selama ini orang sering menganggap sate daging kambing sebagai penyebab penyakit darah tinggi.

Anggapan itu ada benarnya namun di balik keburukan tentu ada sedikit sisi baik yang bisa dimanfaatkan.

Sudah 29 tahun kebetulan saya menjadi anak dari penjual sate kambing di daerah Cepiring Kendal. Tiga generasi keluarga saya setia menjual sate dan gule kambing. Banyak mitos ''bersliweran'' tentang kegunaan berbagai anggota tubuh binatang ini bila dimakan.

Yang paling terkenal dari daging kambing adalah khasiatnya untuk obat darah rendah, efeknya yang hangat di badan bahkan menginspirasi penggemar ayam bangkok untuk memberi makan ayam kesayangannya dengan daging kambing seminggu sekali agar si ayam tetap fit staminanya.

Gule kaki kambing sering dimanfaatkan para ibu yang anak balitanya terlambat berjalan. Caranya dengan dibuat sup atau bubur dan disuapkan sebagai suplemen bagi anak.

Pria yang mengalami gangguan menjalankan ''tugas'' konon bisa normal kembali jika mengonsumsi urat tulang belakang kambing yang disebut ''lulur dalam'' atau di Yogya lebih dikenal dengan nama londhok. Urat mentah ini dicampur kecap dan merica kemudian ditelan, rasanya gurih tidak amis.

Aryo Widiyanto AMd

Jl Raya Sri Agung 235, Cepiring

***

Bangun Tower

Bidang telekomunikasi merupakan tuntutan kebutuhan penting dalam berbagai aktivitas kehidupan. Tanpa komunikasi manusia tidak dapat berinteraksi dengan lingkungannya. Operator GSM/CDMA perlu meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Selain kualitas dan layanan unggulan, juga harus meningkatkan sarana infrastruktur jaringan.

Nominal pelanggan dari berbagai operator lebih dari 48 juta pelanggan yang diperebutkan, jumlah ini masih sangat besar bila dibandingkan jumlah total pelanggan saat ini berkisar lebih dari 17 juta. Jika peluang pasar masih begitu besar, wajar saja jika terdapat persaingan oleh para operator dengan teknologi berbasis GSM/CDMA.

Strateginnya mungkin dengan tarif semurah mungkin, kasih bonus pulsa, bebas roaming bahkan abonemen juga gratis. Namun dengan kurangnya infrastruktur jaringan. membuat sebagian operator ditinggalkan pelanggan.

Saya menawarkan kepada perusahaan operator yang mengadakan ekpansi jaringannya untuk membangun sebuah tower di lingkungan saya yang strategis berdiri di antara 4 kecamatan. Silakan hubungi di 0856.4031.7897 atau survai langsung.

Ahmadun

Jl Gading Raya 22 Mranggen, Demak


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA