| Kamis, 05 Januari 2006 | NASIONAL |
243 Calhaj PT Aurora Gagal BerangkatSEMARANG - Sebanyak 243 calon haji (calhaj) ONH plus PT Aurora Arzam Rindotama (AAR)-21 orang di antaranya dari Semarang, Kudus, dan Pati-kemarin akhirnya tidak jadi berangkat ke Tanah Suci. WS Basuki, salah seorang calhaj asal Kejimen, Pengapon, Semarang Timur, menuturkan Rabu (4/1) sekitar pukul 01.00, dirinya telah mendapat informasi untuk siap-siap berangkat dan menambah biaya sebesar Rp 15 juta untuk biaya tiket pesawat Jakarta-Arab Saudi. Selain itu, ungkap dia, para calhaj juga harus menambah biaya hidup sendiri selama di Tanah Suci. Karena hal itu, ditambah berbagai pertimbangan lain akhirnya diputuskan untuk tidak berangkat. Dari informasi yang diperoleh calhaj di Jakarta, lanjut Basuki, seseorang yang tadinya mau menalangi biaya seluruh jamaah senilai Rp 2 miliar untuk pemberangkatan 243 calhaj tersebut telah membatalkan. Menurut dia, pihak penerbangan menghendaki uang kontan dan jaminan. Namun orang yang mau menalangi tadi hanya memiliki jaminan dan akses, sedangkan uang kontannya tidak ada. Karena pihak penerbangan Garuda Airlines tidak bersedia jika hanya ada jaminan, akhirnya semua calhaj tidak dapat berangkat. Sebanyak 20 tiket penerbangan dari Semarang ke Jakarta dari Bandara A Yani Semarang yang sudah di-booking bagi calhaj dari Jawa Tengah pun akhirnya dibatalkan. Mengenai tuntutan pengembalian uang dari PT AAR kepada para calhaj, lanjutnya, pihak PT AAR Cabang Semarang menginformasikan akan berkoordinasi dengan pusat perusahaan itu Jakarta. Basuki menambahkan, dia dan rekan-rekan calhaj lainnya sementara tidak melaporkan masalah ini ke polisi. Pasalnya, menurut dia, kesalahan bukan pada perusahaan cabang Semarang, melainkan pusat. Kepala Cabang PT AAR Semarang Agung S menuturkan, batalnya pemberangkatan para calhaj disebabkan tiket yang tersedia di Garuda Airlines hanya 160 kursi. "Semuanya sudah kami upayakan. Barcode juga sudah keluar. Visanya terakhir saya koordinasi dengan Jakarta, sedang diurus di Kedutaan Arab Saudi di Jakarta. Andai visanya pun keluar, ya percuma karena hari ini (kemarin-Red) kan pemberangkatan haji kloter terakhir," ujarnya. Tentang pengembalian uang yang dituntut para calhaj, Agung mengatakan, hal itu sulit untuk dijawab. Pasalnya, seluruh aset perusahaan sudah disita Polda Metro Jaya Jakarta. Sementara itu, Kepala Cabang PT AAR Kudus Hendras menyampaikan hal senada. Penerbangan ke Tanah Suci gagal karena seorang jamaah asal Surabaya yang sebelumnya bersedia menalangi, membatalkan niatnya itu. Di sisi lain, direktur perusahaannya masih melarikan diri dan belum tertangkap, sehingga persoalan pengembalian biaya yang telah dibayarkan ke perusahaan itu belum dapat dipastikan. Biayanya masing-masing berkisar antara Rp 43 juta hingga Rp 46 juta. "Kepada calon jamaah di Kudus tadi kami sampaikan kalau masalah pengembalian uang itu harus menunggu proses hukum yang saat ini ditangani Polda Metro Jaya. Tidak tahu sampai kapan," tandasnya. Kloter Terakhir Pemberangkatan kloter 87 Embarkasi Adi Surmarmo Rabu kemarin berlangsung khidmat, meski tanpa upacara. 168 calon haji asal Kabupaten Demak dan Sragen yang semula dijadwalkan pukul 08.30, diberangkatkan lebih cepat menjadi pukul 07.15. Mereka tidak langsung berangkat ke Jeddah, namun ke Jakarta untuk bergabung dengan kloter 50 Embarkasi Ujungpandang, kemudian diangkut dengan pesawat Boeing 747-500 menuju Tanah Suci. Kru Garuda Indonesia dan satgas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) berdoa bersama dengan jamaah sebelum melangkah memasuki pesawat. Beberapa di antara satgas pemberangkatan yang ikut mengantar ke bandara terlihat mbrabak wajahnya karena haru. Hal itu karena usai pemberangkatan kloter terakhir tersebut, tugas mereka berakhir. ''Setelah ini akan digantikan satgas pemulangan jamaah haji. Kami bersyukur tugas melayani jamaah bisa terlaksana dengan tertib,'' kata Drs M Syafiq, Wakil Sekretaris PPIH..(an,G13,yas-29,60tv) |