| Kamis, 05 Januari 2006 | NASIONAL |
Membaik, KH Sahal Berharap PulangHAMPIR seminggu dirawat di rumah sakit, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KHMA Sahal Mahfudh mulai merasa tidak kerasan. Mungkin karena terbiasa bergerak dan beraktivitas, terbaring sakit merupakan situasi yang tidak menyenangkan. "Abah mulai kurang nyaman terlalu lama tiduran. Kalau bisa inginnya ya segera pulang. Insya Allah besok (hari ini) sudah diperbolehkan," ujar Hj Nafisah Sahal, istri Mbah Sahal, saat Wali Kota Sukawi Sutarip membezuk tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu, Rabu (4/1) siang. Ketika itu raut muka Mbah Sahal sudah terlihat lebih sumringah dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Senyum dan ketawa kerap hadir menghampiri wajahnya. Hanya rona pucat akibat sakit masih belum hilang benar. "Alhamdulillah, sampun sae. Sudah lebih lumayan dibandingkan dengan sebelumnya," timpal KH Sahal. "Nggih, istirahat saja, Kiai, mudah-mudahan cepat sembuh," ujar Sukawi. Ya, sejak Jumat (30/12) silam, KH Sahal Mahfudh terpaksa menjalani perawatan di RS Telogorejo Semarang. Dia dirawat di Kamar VIP Bougenville 224. Ditengarai, pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen, Margoyoso, Pati, itu kecapaian akibat padatnya aktivitas. Pagi sebelumnya, Ketua Umum PBNU KHA Hasyim Muzadi bersama Ketua PWNU Jateng Drs H Moh Adnan MA juga membezuk Mbah Sahal. Saat Cak Hasyim datang, Rois Aam PBNU itu sedang menikmati sarapan pagi berupa bubur beras di atas tempat tidurnya. "Alhamdulillah kondisi Abah sudah makin baik. Tetapi dokter menyarankan untuk beristirahat dan tidak banyak bergerak," kata Hj Nafisah yang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu. Namanya juga tokoh nasional yang sedang terbaring sakit, berita gerahnya Mbah Sahal segera tersebar luas. Banyak jamaah pengajian membacakan Alfatihah untuk memohon kesembuhan bagi kiai moderat itu. Sementara itu di rumah sakit, kawan dan kolega yang hadir membezuk setiap hari mengalir. Akibatnya, bisa jadi Mbah Sahal tak bisa jenak beristirahat. Padahal, sejak awal pihak keluarga telah merahasiakan sakitnya. Dari keterangan Humas RS Telogorejo Nana Noviada Kwartawati, sejak KH Sahal masuk ke rumah sakit, Jumat (30/12), sejumlah tokoh nasional telah membezuknya. Tak kurang Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Ma'ruf, Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni, hingga Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr HM Din Syamsuddin MA. Tokoh lokal yang juga telah menjenguk, antara lain, Gubernur Mardiyanto, Wagub Drs Ali Mufiz, Kapolda Irjen Dody Sumantyawan, dan terakhir Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip. Kecapaian Hingga saat ini tak terpublikasikan sakit yang diderita KH Sahal. Yang jelas, sejumlah dokter yang merawatnya berlatar belakang spesialis penyakit dalam, internis, dan bedah jantung. Selama di RS Telogorejo, dia dirawat oleh dr Sahal Fatah SpBJ, dr Sodiqur Rifki, dr Roy Hardjolukito (internis), dan dr Dwi Bambang. "Kiai Sahal hanya kecapaian biasa. Kalau yang merawat ada ahli bedah jantung, kayak dr Sahal Fatah itu kan kebetulan masih famili," tutur dr Imron, dokter pribadi KH Sahal. Sementara itu, Thoha, santri ndalem Pesantren Maslakul Huda, menjelaskan, sepengetahuannya baru kali ini KH Sahal menjalani opname di RS. Thoha merupakan salah satu santri yang turut menemani KH Sahal di RS Telogorejo, bersama Hj Nafisah, putra Kiai Sahal H Abdul Ghofur Rozin (Gus Rozin), dr Imon, dan seorang santri ndalem . "Sebelumnya Kiai hampir tidak pernah sakit yang serius, apalagi sampai dibawa ke rumah sakit." (Achiar M Permana, Agus Fathuddin Yusuf- 29t) |