| Kamis, 05 Januari 2006 | NASIONAL |
Warga Ngetuk Jepara Tetap Tolak SUTETSEMARANG- Puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Warga Korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari, Jepara, kembali menggelar unjuk rasa di halaman DPRD Jateng, Rabu (4/1). Beberapa pekan sebelumnya mereka pernah melakukan aksi serupa. Aksi itu lebih merupakan langkah pengaduan kepada DPRD, agar ikut membantu warga yang merasa menjadi korban proyek tersebut. Begitu datang, mereka membentangkan spanduk dan sejumlah poster. Mereka memprotes kebijakan PT PLN yang membangun jaringan SUTET di atas permukimannya. "Para warga dihantui rasa takut untuk tinggal di bawah jaringan itu," kata Sutrisno, salah satu juru bicara warga. Warga khawatir, jaringan SUTET itu menimbulkan gangguan kesehatan seperti sakit kepala, pening, dan keletihan menahun. "Terhadap peralatan elektronik pun menimbulkan gangguan-gangguan," kata dia mengutip sejumlah penelitian pakar. Kekhawatiran lain, sewaktu-waktu kabel putus sehingga menimpa rumah penduduk. Para warga, lanjut dia, sebenarnya rela pindah rumah asalkan mendapatkan hak yang memadai. Hak-hak itu ingin diperoleh melalui jalur negosiasi. Kedatangan warga Nalumsari itu sebenarnya juga menagih janji anggota Dewan yang akan melihat kondisi warga Nalumsari. Namun sampai kemarin rencana itu belum direalisasikan. Mereka diterima oleh anggota Komisi A Abdul Fikri Faqih dan sejumlah anggota Dewan lainnya. DPRD berjanji meneruskan aspirasi ini kepada Pemerintah Pusat dan PT PLN.(G17-29t) |