| Kamis, 05 Januari 2006 | NASIONAL |
Longsor Susulan Ancam JemberJEMBER - Sedikitnya 11 kecamatan di Jember masih diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya karena dimungkinkan akan terjadi bahaya longsor susulan. Karena itu, di 11 kecamatan itu dinyatakan Siaga I. Kecamatan tersebut masing-masing Rambipuji, Panti, Jelbuk, Arjasa, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Jombang, Tanggul, Balung dan Wuluhan. Kadiv Infokom Pemkab Jember Edy B Susilo, Rabu kemarin, mengatakan, ke-11 kecamatan itu memang lokasinya berupa daerah berbukit dan tanah longsor datang dari pegunungan Argopuro yang ada di atasnya. Sementara itu, ribuan pengungsi terutama dari Desa Suci, Kemiri dan daerah perkebunan yang berada di Kecamatan Panti masih berada di tempat penampungan. Menurut Camat Panti, Suryadi, di tempat pengungsian sudah disediakan obat-obatan, makanan, dan air bersih yang datang dari berbagai pihak. Kemarin, kembali ditemukan sedikitnya 28 mayat dan belum bisa dievakuasi karena tertimbun lumpur. Data di RSUD dr Soebandi tercatat ada 70 korban dan 31 di antaranya yang harus menjalani rawat inap, 14 rawat jalan, dan 26 meninggal dunia. Satkorlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Pemkab Jember diperoleh keterangan, hingga kini jumlah korban tewas dari Kecamatan Panti 71 orang dan proses evakuasi masih berlangsung. Adapun yang luka-luka 55 orang, rumah hanyut 85 buah, dan satu toko. Di Kecamatan Kemiri ada 64 rumah hilang, Desa Glagahwero 14 rumah, Desa Pakis tujuh rumah dan satu toko hancur. Untuk jumlah pengungsi yang ada di Kecamatan Panti tinggal 7.365 orang karena sebelumnya sudah ada yang dijemput sanak keluarganya yang tinggal di luar kecamatan tersebut. Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Ridho Syaiful Ashadi mengungkapkan, selama empat tahun terakhir di Jember terjadi proses perambahan dan pembabatan hutan, sehingga mengakibatkan rusaknya ekologi hutan di daerah tersebut. Luas areal hutan yang rusak mencapai 17 hektare lebih. Apakah hutan yang menyusut itu termasuk di kawasan Hyang Argopuro, lokasi banjir bandang yang mengakibatkan puluhan jiwa melayang? Syaiful belum berani memastikan. Yang pasti, katanya, berdasar fakta material kayu yang tersapu banjir bandang, di situ banyak ditemukan kayu log jenis jati, pinus, dan mahoni yang terbawa arus banjir bandang. "Itu jenis kayu hutan produksi yang selama ini dikelola PT Perhutani," ujarnya. (G14,jo-14v) |