| Kamis, 05 Januari 2006 | NASIONAL |
Meninggal, Leysus Tak Ditunggui Topan
NILAPKE. Begitulah, mungkin, keinginan pelawak Leysus (43) yang meninggal dunia sekitar pukul 20.30, Selasa malam lalu. Dia mengembuskan napas terakhir, setelah kakaknya yang setia bersama-sama mengarungi dunia lawak, Topan, berangkat menunaikan ibadah haji Selasa pagi hari sebelumnya. Sepertinya dia tidak ingin mengganggu kakaknya saat menjalankan ibadah rukun Islam yang kelima. Leysus yang jatuh sakit awal Desember lalu menderita lumpuh hampir seluruh tubuhnya. Diduga dia terkena stroke. Dirawat berhari-hari di sebuah rumah sakit di Jakarta, ternyata tidak mengalami perubahan. Akhirnya keluarga mengupayakan pengobatan alternatif, sehingga dia dibawa pulang ke Ngawi, akhir Desember lalu. Namun Sang Khalik berkeinginan lain, Leysus dipanggil menghadap ketika masih dalam upaya perawatan di Pondok Sunan Drajat, milik Kiai Ghofur. Jenazahnya dimakamkan di tempat kelahirannya, Desa Sumberpocung, Malang, Jatim, Rabu pukul 12.00. Sejumlah kerabat, rekan pelawak, dan artis dari Jakarta, hadir untuk mengantarnya ke peristirahatan terakhir. Selama berhari-hari, sejak dirawat dengan metode pengobatan alternatif di Pondok Sunan Drajat, Lamongan, oleh Kiai Ghofur, Topan memang selalu di samping adiknya. Bahkan, dialah yang berinisiatif untuk membawa adiknya itu ke pengobatan alternatif tersebut. Karena sayangnya terhadap adiknya itu, tak sehari pun Topan pergi dari sisi adiknya. Bahkan, dia hampir saja membatalkan kepergiannya berhaji, karena tidak ingin ditinggal di saat-saat terakhir itu. Dia tidak ingin ditilapke adiknya, jika memang akan dipanggil oleh Yang Kuasa. Namun saat itu justru Leysus yang menyarankannya untuk tetap berangkat. ''Saya tidak apa-apa, biar saya di sini (Pondok Sunan Drajat) dengan Kiai Ghofur. Kamu berangkat saja,'' kata dia sebagaimana ditirukan Haji Kirun, pelawak yang ikut andil dalam upaya pengobatan alternatif Leysus. Meski berat, akhirnya Topan pun menuruti saran itu. Namun sebelumnya dia memenuhi permintaan adiknya itu untuk dirawat di Pondok Sunan Drajat, tidak lagi dirawat di rumahnya di Ngawi, Jatim. (Joko Dwi Hastanto-29t). | ||||