| Kamis, 05 Januari 2006 | BANYUMAS |
Kecamatan Butuh Sekolah LanjutanPURWOKERTO-Berdasarkan aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Banyumas selama masa reses (22-28 Desember), hampir semua kecamatan di Kabupaten Banyumas meminta didirikan sekolah lanjutan, baik SLTP maupun SLTA negeri. Contohnya, kata Ketua DPRD Suherman, Kecamatan Lumbir. Masyarakat sudah menyiapkan tanah untuk dibangun SMA. Pemerintah tinggal mendirikan gedung, menyiapkan tenaga pengajar serta karyawan. Walau keinginan masyarakat demikian besar, namun tak semua bisa dipenuhi. Menurut Dinas Pendidikan, pendirian sekolah negeri tak akan dilakukan di semua kecamatan, agar tidak mematikan sekolah swasta yang sudah ada. ''Sekolah negeri hanya akan didirikan di wilayah yang belum ada sekolah swasta,'' katanya. Masalah itu adalah salah satu dari tiga fenomena yang muncul dalam laporan hasil reses anggota Dewan, dalam sidang pleno, kemarin. Dua hal lain adalah PKK dan Hansip serta pandangan masyarakat terhadap pembangunan di Banyumas. Dalam sidang itu, anggota Dewan dari lima daerah pemilihan menyampaikan laporan. Daerah pemilihan I disampaikan Muhammad Al Habsy, II M Iqbal Saeludin, III Sardi Susanto, IV Muhsonudin dan V Imam Muhajir. Acara itu dihadiri Bupati Aris Setiono. PKK dan Hansip, kata Suherman, adalah bukti semangat gotong royong. Kedua lembaga itu hanya ada di Indonesia, di negara lain tak ada. Bagaimana seorang bekerja setahun hanya diberi sepasang sepatu dan sesetel pakaian seragam. ''Sekarang PKK dan Hansip meminta dana, ini fenomena,'' katanya. Fenomena lain yang ditangkap Suherman adalah ada kesan di masyarakat rumput tetangga dianggap lebih hijau dari halaman sendiri. Padahal tak selalu seperti itu, siapa tahu tetangga punya hutang banyak. Sepuluh tahun lalu Banyumas sudah mengaspal hotmix jalan-jalan di daerah itu, tetapi tak diekspos sehingga tak diketahui. Daerah lain baru mengaspal beberapa tahun lalu, sudah geger. ''Kebetulan bupati kurang begitu suka pamer. Kadang pemberitaan perlu agar masyarakat tak kecil hati,'' katanya. Pernyataan Suherman itu menanggapi laporan yang disampaikan Sardi. Disebutkan, dalam penyerapan aspirasi ada warga yang memiliki kesan dalam bidang pembangunan Banyumas tertinggal dibanding daerah tetangga. ''Saya hanya melaporkan apa yang saya peroleh,'' katanya. (bd-36). |