logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Januari 2006 PANTURA
Line

Pengguna Jalan Perlu Hati-hati

BREBES - Akibat hujan lebat empat hari terakhir, ratusan hektare lahan padi di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes terendam air hingga 30 cm. Banjir tersebut mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah para petani.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, lahan pertanian di tempat tersebut hampir rata dengan air. Bahkan, jalan aspal di antara kedua lokasi persawahan ikut terendam dan sebagian sampai sejajar dengan air sawah.

Akibatnya, pengguna jalan pun harus hati-hati dan waspada jika lewat jalan tersebut.

Menurut keterangan petani di Sidamulya, Nono (37), tanaman padi yang hanyut tersebut baru berumur 10 hari. Biaya yang harus dia keluarkan untuk tanam seluas satu hektare lebih dari Rp 1 juta. Biaya tersebut untuk pembelian bibit, ongkos olah tanah dan tanam. Akibatnya, para petani harus kehilangan biaya awal yang sudah mereka keluarkan.

Dia menuturkan, banjir yang menggenangi sawah tersebut selain akibat guyuran hujan juga hasil luapan dari Sungai Rayapan di desa tersebut.

Pasalnya, tepi sungai terlalu rendah sedangkan kedalaman sungai juga semakin dangkal. Sementara itu, lebar Sungai Rayapan hanya sekitar lima meter.

Tanggul di pinggir sawah juga tidak mampu membendung aliran air dari sungai. Akibatnya, sawah seperti menjadi tempat pembuangan air dan mengakibatkannya terendam seperti sebuah danau.

Karena itu, para petani meminta Pemkab untuk mengeruk sungai tersebut

Dengan demikian, diharapkan air hujan dapat tertampung dan tidak lagi menimbulkan banjir.

Hal yang sama juga terjadi di beberapa wilayah lain di sekitar Desa Sidamulya.

Di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, sekitar 25 hektare lahan padi juga terendam air. Rata-rata tanaman padi yang ditanam di tempat tersebut baru berumur 25 hari.

Menurut keterangan Sunito (34), petani, sebenarnya saat ini masa pemupukan tanah untuk meningkatkan kesuburan. ''Namun belum sampai dipupuk, sudah terendam air,'' ujarnya.

Menunggu Surut

Dengan kondisi demikian, para petani tidak dapat berbuat banyak untuk menyelamatkan tanaman masing-masing. Mereka saat ini hanya mampu menunggu sampai air surut.

Sambil menunggu, mereka kini berusaha mencari ikan air tawar di genangan air sawah.

Ikan tersebut dijual sebagai penghasilan tambahan. Satu kilogram ikan dijual Rp 3.000 - Rp 4.000. Dalam sehari, Nono mengaku mendapatkan empat kilogram ikan.

Menurut perkiraannya, air baru bisa surut sekitar satu minggu. Namun jika hujan turun lagi, air masih akan terus menggenangi areal persawahan itu. Jika air sudah surut, para petani tersebut akan kembali menanami sawahnya dengan padi. Untuk itu, mereka harus kembali menyediakan bibit tanaman dan tentunya harus mengeluarkan biaya yang besar pula. (H17-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA