| Rabu, 04 Januari 2006 | MURIA |
Pendapatan RSUD Kartini Lebihi Target
JEPARA- Pada 2005 pendapatan bersih Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini mencapai Rp 17,65 miliar. Jumlah tersebut melebihi target Rp 16 miliar. Dengan rehabilitasi bangunan dan bertambahnya sarana prasarana pelayanan sejak 2004, pihak manajemen pada 2006 ini menargetkan pendapatan Rp 18 miliar. "Tentu saja, kami tidak akan menutup mata. Target ini wajib kami imbangi dengan peningkatan mutu pelayanan dari waktu ke waktu," kata Direktur RSUD Kartini, dokter HM Ali Pramono kepada pers di ruang kerjanya, Selasa (3/1). Didampingi Wakil Direktur Bidang Pelayanan dokter Dwi Sulistyowati, Subbagian Perencanaan dan Rekam Medik Sadjati, dan Subbagian Hukum dan Humas Emi Hariati SH, Ali Pramono menegaskan komitmennya tersebut. "Banyak dukungan kepada kami, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten maupun masyarakat." Dia menuturkan, pada 2005 rumah sakit yang telah berusia 27 tahun lebih itu mendapat kucuran dana dari APBN Rp 1,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membeli alat-alat medis mutakhir. Antara lain yang terbaru adalah Dental X-Ray, sebuah alat rontgen khusus organ gigi serta seperangkat peralatan bedah terbaru. Pada 2006 ini alokasi dana APBN meningkat menjadi Rp 2,5 miliar, yang sedianya juga untuk membeli sejumlah peralatan medik untuk kelengkapan bangunan baru. Tahun 2005 membangun gedung ICU dengan bantuan dana instruksi gubernur (ingub) Rp 503 juta. Sementara, pada 2005 kucuran dana APBD mencapai Rp 503 juta dan 2006 ini mendapatkan alokasi Rp 1 miliar. Ada 11 alat medik yang dibeli dengan dana APBD 2005 itu. Antara lain gergaji gips elektrik, alat sterilisasi alat-alat medik, microscope binoculer, brankas emergency mobile, pompa pengisap (suction pump), dan alat diagnostik ultrasonografi (USG). Sejak awal 2005, pembangunan besar-besaran juga dilakukan. Antara lain bangunan perkantoran, aula, dan poliklinik. "Diperkirakan April 2006 selesai," tutur Ali Pramono. Dia mengatakan, perbaikan-perbaikan tersebut untuk mengimbangi tuntutan kualitas pelayanan yang semakin tinggi dari masyarakat. Pada 2006 ini, tujuh jenis pelayanan akan dinilai oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Jakarta. Yakni, instalasi bedah sentral, radiologi, laboratorium, bagian gizi, farmasi, penanganan risiko tinggi, dan infeksi insomnia. Lima jenis pelayanan telah diakreditasi pada 1997. Yaitu catatan medis, administrasi manajemen, keperawatan, UGD, dan pelayanan umum. (H15,kar-54s) |