logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Januari 2006 SEMARANG
Line

Ratusan Orang Datangi Cakrawala Baru

SEMARANG BARAT - Ratusan orang yang mengaku sebagai simpatisan pemilik tanah Cakrawala Baru, kemarin mendatangi lokasi tanah yang disengketakan. Mereka bermaksud mendirikan posko dan mendata aspirasi warga, terkait dengan rencana pengosongan tanah yang akan dilakukan Pemkot, 21 Februari.

Massa yang datang dikoordinatori Agus Nurdin, pengacara pemilik tanah itu sempat membuat suasana menjadi tegang dan panas. Pasalnya, keinginan mereka ditolak sejumlah warga. Kedua kelompok itu berhadap-hadapan di sekitar pos swakarsa Cakrawala, tepi Jl Yos Sudarso.

Namun ketegangan bisa diredakan pimpinan kelompok masing-masing dan sejumlah polisi yang tiba tak lama kemudian. Selanjutnya, Agus Nurdin dan juru bicara warga Cakrawala Bambang Darmono melakukan pertemuan di dalam pos. Mereka didampingi beberapa orang dari kubu masing-masing.

Agus mengemukakan, pihaknya bermaksud mendirikan posko tersendiri di luar pos yang dimiliki warga. Pembangunan pos yang direncanakan di Gang I dan Gang XIV itu bertujuan menyerap aspirasi warga yang sesungguhnya.

Sebab, ia menduga tak semua warga satu suara menolak pengosongan lahan. Selama ini aspirasi mereka tak terungkap secara utuh karena melalui pihak ketiga. ''Posko ini bukan untuk menakut-nakuti atau menandingi pos yang sudah ada. Melainkan untuk menampung dan mengetahui aspirasi warga, orang per orang secara langsung. Tidak melalui orang ketiga seperti selama ini,'' ujar Agus.

Ia juga mengingatkan Bambang agar tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa memancing suasana menjadi keruh. Misalnya perkataan Bambang soal Siaga 1, 2, dan 3, yang menimbulkan kesan seolah-olah kondisi Cakrawala amat genting.

Ditengahi

Bambang semula keberatan atas pos baru yang akan didirikan di sekitar Cakrawala. Alasannya, selama ini warga sudah memiliki posko tersendiri. Mengenai pernyataan yang mengingatkan warga agar siaga, menurut Bambang, terlontar karena beberapa waktu lalu ia mendengar akan ada pengerahan massa besar-besaran dari pemilik tanah ke lahan Cakrawala.

Sementara itu, di tengah-tengah pertemuan, ratusan orang yang datang menumpang tiga truk dan belasan mobil angkutan bergerombol di tepi jalan seberang pos. Belasan aparat kepolisian dari Polres Semarang Barat dan Polsek Kalibanteng mengatur arus lalu lintas di jalur barat Jl Yos Sudarso. Belasan lain, berjaga-jaga di sekitar lokasi.

Perdebatan kedua kubu ditengahi Kapolres Semarang Barat AKBP Dien Irhastini. Dien mengusulkan agar pos yang sudah ada dimanfaatkan bersama kedua pihak. Syaratnya, masing-masing kelompok harus bisa menahan diri sehingga tidak terjadi konflik. ''Dari pada membuat yang baru, pos yang sudah ada bisa digunakan bersama-sama. Aspirasi warga pun bisa ditampung bersama-sama di pos ini,'' ujarnya.

Usulan itu diterima Agus maupun Bambang. Setelah dicapai kesepakatan, massa kemudian membubarkan diri. Wakil Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Semarang Harminto Agustono yang mewakili pihak pemilik mengatakan, sampai saat ini ada 15 warga yang siap pindah secara sukarela. Namun mereka mengaku diintimidasi kelompok tertentu. Pendirian posko, kata Harminto, untuk membantu warga yang ingin pindah tersebut.

Mengenai pengerahan massa ke Cakrawala Baru, Harminto menegaskan tidak meminta secara langsung. Senada dengan Harminto, Agus Nurdin mengatakan bahwa massa adalah orang-orang yang peduli terhadap pemilik tanah Cakrawala Baru. (G3,H5-18m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA